Transformasi Pelatihan Petugas Haji Menuju Era Baru
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, menekankan pentingnya transformasi dalam pelatihan Petugas Haji Indonesia (PPIH) tahun ini. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelatihan, mencakup aspek fisik, kedisiplinan, dan penguasaan tata kelola haji secara mendalam.
Dalam program pelatihan ini, para petugas tidak hanya dilatih dalam teori, tetapi juga dalam praktik. Mereka melakukan simulasi peta Arafah dan Madinah untuk meningkatkan kemampuan navigasi. Selain itu, sebagai bagian dari pembentukan fisik yang kuat, para petugas diwajibkan untuk berjalan kaki sejauh 2 kilometer setelah salat Subuh. Pada akhir pekan lalu, mereka berhasil menempuh jarak 5 kilometer, dan minggu ini mereka akan melanjutkan dengan kegiatan fun walk sejauh 7,5 kilometer.
Transformasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menjadikan tugas sebagai petugas haji bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi sebagai sebuah pengabdian yang holistik. Dahnil Anzar menegaskan bahwa Kemenhaj telah memasuki era baru dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaah haji.
Tujuan dan Harapan
- Meningkatkan fisik dan kedisiplinan petugas haji.
- Meningkatkan keterampilan navigasi di lokasi-lokasi penting haji.
- Menjadikan tugas sebagai petugas haji sebagai pengabdian yang lebih bermakna.
- Memberikan pelayanan yang optimal kepada jemaah haji.




