Eropa Menjadi Pengimpor Senjata Terbesar Dunia di Tengah Ancaman Rusia
Kini News - Perdagangan senjata global mengalami peningkatan hampir 10% pada periode 2021–2025, dengan Eropa kini menjadi kawasan pengimpor senjata terbesar di dunia. Laporan dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan bahwa volume perdagangan senjata kembali mendekati angka sebelum runtuhnya komunisme dan berakhirnya Perang Dingin.
Awal Kejadian
Sebelumnya, pada periode 2016–2020, Asia dan Oseania mendominasi dengan 42% dari total impor senjata global, diikuti oleh Timur Tengah dengan 32%, sedangkan Eropa hanya menyumbang 12%. Namun, dalam lima tahun terakhir, impor senjata Eropa melesat tiga kali lipat, mencapai 33% dari total impor global.
Perkembangan
Lonjakan ini terutama disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, yang mendorong negara-negara Eropa untuk memperkuat kemampuan militer mereka. Peneliti SIPRI, Mathew George, mencatat bahwa peningkatan aliran senjata ke Eropa berkontribusi signifikan terhadap kenaikan transfer senjata global. Selain itu, negara-negara anggota NATO di Eropa mencatat lonjakan impor senjata sebesar 143% pada periode 2021–2025 dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, dengan Polandia menjadi pengimpor terbesar, menyumbang 17% dari total impor kategori tersebut.
Kondisi Terakhir
Sementara itu, meskipun pengiriman senjata dari Amerika Serikat ke Ukraina diperkirakan menurun pada 2025, AS tetap menjadi pemasok utama bagi Ukraina dan negara-negara Eropa. Dalam lima tahun terakhir, AS menyuplai sekitar 42% dari total pengiriman senjata internasional. Di sisi lain, impor senjata di Timur Tengah mengalami penurunan sekitar 13% dalam periode yang sama, meskipun negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait masih berada di dalam 10 besar pengimpor senjata dunia.




