Purnawirawan TNI Tolak Pengiriman Pasukan ke Gaza Tanpa Legitimasi PBB
Sumber Foto: IDN Times
Internasional

Purnawirawan TNI Tolak Pengiriman Pasukan ke Gaza Tanpa Legitimasi PBB

Kini News - 1. Forum purnawirawan tegaskan TNI bukan tentara bayaran internasional

Lebih lanjut, Fachrul menegaskan TNI bukan lah tentara bayaran internasional. Sehingga, pengerahannya harus difokuskan untuk tujuan perdamaian yang adil.

"TNI tak boleh menjadi bagian dari desain keamanan sepihak," katanya.

Ia menambahkan keterlibatan RI di dalam skema yang tidak jelas legitimasi multilateralnya akan menimbulkan kesan Indonesia tak lagi independen, terseret dalam konfigurasi asing hingga kehilangan posisi moral sebagai mediator dunia yang jujur.

Fachrul juga mengingatkan Prabowo bahwa rencana pengiriman ribuan pasukan TNI ke Gaza mengkhianati amanat konstitusi tentang penolakan penjajahan yang tertulis di dalam pembukaan UUD 1945. Sebab, Indonesia bersedia satu forum dengan Israel di dalam Board of Peace. Tidak ada perwakilan langsung Palestina di dewan tersebut.

"Sejak awal kemerdekaan hingga pengakuan internasional terhadap Palestina tahun 1988 dan seterusnya, Indonesia selalu berada di garis depan mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka. Maka, kebijakan apapun yang berpotensi menempatkan Indonesia dalam posisi ambigu terhadap perjuangan tersebut akan melukai nurani kebangsaan rakyat Indonesia," tutur dia.

Ia juga mengingatkan Prabowo, Mesir dan Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Sedangkan, Amerika Serikat baru mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1950.

2. Pengiriman pasukan ke Gaza harus atas persetujuan DPR

Forum Purnawirawan Prajurit TNI juga mengingatkan keputusan strategis negara tak boleh diambil tanpa keterbukaan terhadap rakyat. Sebab, pelibatan militer merupakan keputusan yang menyangkut kedaulatan negara, keselamatan prajurit dan arah politik luar negeri dalam jangka panjang.

"Oleh sebab itu, wajib pertama, melalui mekanisme konstitusional. Kedua, mendapat persetujuan politik nasional termasuk DPR," kata Fachrul.

Selain itu, keputusan pengiriman itu harus dijelaskan secara transparan kepada publik. "Maka, kami mengingatkan bahwa TNI hanya boleh dikerahkan untuk misi perdamaian dunia yang sah, netral dan bermartabat," tutur dia.

Ia pun juga mewanti-wanti Prabowo bahwa Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai bangsa merdeka bukan bagian dari orbit kekuatan manapun. Di bagian akhir surat terbuka itu terdapat beberapa tanda tangan. Selain Fachrul Razi, ada pula mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto, Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan dan Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto.

3. Bila Prabowo terbukti melakukan pelanggaran konstitusi bisa dimakzulkan

Sejalan dengan Fachrul, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto menilai ada kelompok-kelompok tertentu yang mencoba menjerumuskan Prabowo Subianto dengan keputusan inkonstitusional. Seandainya terbukti maka terbuka peluang Prabowo dapat dimakzulkan.

"Ini sangat berbahaya. Maka surat terbuka ini harus segera disampaikan kepada Presiden dan Beliau harus segera mengetahui. Lalu keputusannya diubah dengan mundur dari BoP," kata Tyasno ketika memberikan keterangan pada Kamis kemarin di Jakarta Selatan.

Ia kembali menyinggung dugaan adanya skenario yang menunggu kejatuhan Prabowo usai dua tahun menjabat presiden sehingga wakil presiden bisa naik menjadi RI-1. Skenario dugaan pelanggaran konstitusi dengan ikut bergabung ke dalam BoP, berpeluang untuk ditindak lanjuti oleh pihak-pihak tertentu tersebut.

"Makanya kami segera mengingatkan. Apalagi kalau nanti pasukan kita nanti dikirim. Sekarang sudah mulai latihan bersama," tutur dia.