Luas Kebun Sawit di Sulawesi Tengah Capai 148 Ribu Hektar
Kini News - Jakarta, HAISAWIT – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai luas tanaman perkebunan yang menunjukkan posisi strategis Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam sektor kelapa sawit nasional pada periode tahun 2024.
Laporan statistik ini memetakan sebaran komoditas unggulan di seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan gambaran akurat mengenai perkembangan industri hijau yang menjadi tulang punggung ekonomi banyak daerah saat ini.
Dilansir dari laman bps.go.id, Kamis (26/02/2026), luas tanaman kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Tengah tercatat menyentuh angka 148,33 ribu hektar, menjadikannya salah satu wilayah dengan kontribusi signifikan bagi produksi nasional.
Capaian angka tersebut menempatkan Sulteng sebagai daerah dengan hamparan perkebunan sawit yang luas, melampaui beberapa provinsi lain di pulau yang sama dalam hal luasan lahan produktif yang tersedia.
Selain kelapa sawit, dokumen resmi tersebut juga mencantumkan data luasan untuk komoditas perkebunan lainnya di wilayah yang sama sebagai bahan perbandingan bagi para pelaku usaha maupun pemangku kebijakan terkait.
Berikut adalah rincian luas tanaman perkebunan di Sulawesi Tengah dalam satuan ribu hektar berdasarkan laporan terbaru:
Data tersebut memperlihatkan bahwa meskipun kelapa sawit memiliki luasan besar, komoditas kakao masih memegang angka tertinggi di wilayah tersebut dengan luas yang mencapai angka lebih dari 266 ribu hektar.
Keberadaan 148,33 ribu hektar lahan sawit ini mencerminkan pemanfaatan ruang yang terukur di wilayah tersebut, di mana sektor perkebunan menjadi motor penggerak bagi aktivitas ekonomi masyarakat lokal secara luas.
Penyusunan statistik oleh BPS ini melibatkan sinkronisasi data dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), guna memastikan validitas angka yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan strategis sektor agraria.
Angka 148,33 ribu hektar ini merupakan bagian dari total luasan kelapa sawit secara nasional yang saat ini mencapai angka 16.005,06 ribu hektar atau setara dengan 16 juta hektar lebih.
Distribusi luas lahan di Sulteng menunjukkan keseimbangan antara tanaman tahunan tradisional seperti kelapa dan tanaman industri modern seperti sawit, sehingga struktur ekonomi daerah memiliki landasan yang beragam dan kuat.
Informasi mengenai luasan lahan ini menjadi referensi utama bagi portal berita kelapa sawit dalam menyajikan perkembangan terkini mengenai peta kekuatan industri sawit dari wilayah timur hingga barat Indonesia.
Pemerintah pusat menggunakan data sementara tahun 2024 ini sebagai acuan dalam menyusun program bantuan bibit, pupuk, serta pemetaan area yang masuk dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di masa mendatang.
Ketersediaan data yang transparan memungkinkan masyarakat memantau perkembangan fisik perkebunan di Sulawesi Tengah secara mandiri melalui kanal resmi pemerintah yang diperbarui secara berkala setiap tahunnya untuk kepentingan publik.***




