Pengambilalihan TikTok di Amerika: Kini 100% Dikelola oleh Pihak AS
Sumber Foto: detikFinance
Detik Kini

Pengambilalihan TikTok di Amerika: Kini 100% Dikelola oleh Pihak AS

Kepemilikan TikTok di Amerika Serikat (AS) telah resmi beralih sepenuhnya ke tangan pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump sejak September 2025. Proses ini melahirkan TikTok USDS Joint Venture LLC, sebuah perusahaan patungan yang mayoritas dimiliki oleh pihak Amerika.

Dalam struktur organisasi TikTok USDS Joint Venture, tidak ada lagi perwakilan dari China baik di level pengelola, dewan direksi, maupun posisi CEO. TikTok sendiri merupakan platform yang dimiliki oleh perusahaan teknologi asal China, ByteDance.

Sesuai dengan informasi yang dirilis oleh TikTok, pengendalian platform ini di AS kini sepenuhnya didominasi oleh individu-individu berkewarganegaraan AS. Meskipun terdapat anggota yang berkewarganegaraan lain, tidak ada yang berasal dari China.

Struktur Kepemimpinan dan Dewan Direksi

Adam Presser ditunjuk sebagai CEO TikTok USDS Joint Venture LLC. Sebelumnya, ia menjabat dalam berbagai posisi di TikTok serta di WarnerMedia. Mendampingi Presser, Will Farrell diangkat sebagai Kepala Keamanan, bertugas mengawasi program privasi data dan keamanan siber yang komprehensif. Farrell juga memiliki latar belakang di TikTok dan Booz Allen Hamilton.

Dewan Direksi perusahaan patungan ini mencakup beberapa tokoh penting, antara lain:

  • Shou Chew: CEO TikTok, berkewarganegaraan Singapura, menjabat di Dewan Direksi.
  • Timothy Dattels: Direktur dan Penasihat Senior untuk TPG Global.
  • Mark Dooley: Anggota Dewan Direksi yang sebelumnya Direktur Pelaksana di Susquehanna International Group.
  • Egon Durban: Co-CEO Silver Lake dan anggota berbagai dewan perusahaan besar.
  • Raul Fernandez: Direktur Independen dan Ketua Komite Keamanan, juga Presiden DXC Technology.
  • Kenneth Glueck: Direktur dan Wakil Presiden Eksekutif di Oracle.
  • David Scott: Direktur dan Kepala Strategi serta Keamanan di MGX.

Mandat dan Keamanan Data Pengguna

Mandat dari TikTok USDS Joint Venture adalah untuk mengamankan data pengguna AS, aplikasi, dan algoritma melalui langkah-langkah privasi data dan keamanan siber yang menyeluruh. TikTok menyatakan bahwa perusahaan ini akan melindungi ekosistem konten AS melalui kebijakan kepercayaan dan keamanan yang ketat, serta moderasi konten yang efektif.

Data pengguna AS akan disimpan di lingkungan cloud yang aman milik Oracle. Program privasi data dan keamanan siber yang diterapkan akan diaudit dan disertifikasi oleh pakar keamanan siber dari pihak ketiga.

Perusahaan patungan ini juga berkomitmen untuk melatih ulang dan memperbarui algoritma rekomendasi konten berdasarkan data pengguna AS, yang akan disimpan di cloud Oracle di AS. Selain itu, aplikasi akan diamankan melalui protokol jaminan perangkat lunak dengan peninjauan dan validasi kode sumber yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, TikTok USDS Joint Venture akan memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kepercayaan dan keamanan, serta moderasi konten, yang bertujuan untuk menjaga integritas platform dan memberikan pengalaman yang aman bagi pengguna.

Interoperabilitas yang ditawarkan oleh usaha patungan ini juga memungkinkan pengguna AS mendapatkan pengalaman TikTok global, sehingga para kreator dan bisnis dapat beroperasi dalam skala internasional.