Jam Kiamat Menunjukkan 85 Detik Menuju Tengah Malam, Ancaman Global Meningkat
JAKARTA – Umat manusia kini berada di titik paling berbahaya dalam sejarah modern. Buletin Ilmuwan Atom (Bulletin of the Atomic Scientists) mengumumkan bahwa Jam Kiamat (Doomsday Clock) saat ini menunjukkan 85 detik menuju tengah malam, yang menjadi simbol potensi kehancuran global.
Pengumuman ini disampaikan pada Selasa, 27 Januari 2026, dan mencerminkan meningkatnya ancaman terhadap kelangsungan hidup manusia. Di antara faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan risiko tersebut adalah konflik bersenjata antarnegara besar, perubahan iklim ekstrem, serta ancaman baru yang muncul dari perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Para ilmuwan menyoroti konflik di Ukraina dan serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada musim panas lalu sebagai penyebab utama yang memperburuk ketegangan global. Konflik ini dianggap menciptakan tren negatif karena melibatkan negara-negara yang memiliki persenjataan nuklir.
Dalam laporan tersebut, Buletin Ilmuwan Atom menyatakan, "Persaingan antar kekuatan besar telah berubah menjadi perlombaan senjata skala penuh," dan mengkritik kebijakan yang dianggap semakin agresif, bermusuhan, dan nasionalistik.
Selain isu-isu militer, kelompok ilmuwan itu juga memperingatkan tentang rencana Amerika Serikat untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal baru yang dikenal dengan nama 'Golden Dome', yang didukung oleh mantan Presiden Donald Trump. Proyek ini dikhawatirkan dapat memicu perlombaan senjata di luar angkasa.
Dengan situasi yang semakin mendesak, perhatian dunia kini tertuju pada keputusan dan tindakan yang diambil oleh negara-negara besar untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih luas dan menjaga stabilitas global.




