Bumi Kini Berputar Lebih Lambat, Apa Sebabnya?
Sumber Foto: detikcom
Detik Kini

Bumi Kini Berputar Lebih Lambat, Apa Sebabnya?

Kini News - Peneliti dari Universitas Wina dan ETH Zurich menemukan bahwa Bumi saat ini berputar lebih lambat, menyebabkan durasi satu hari menjadi kurang pasti. Temuan ini dikemukakan dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth.

Awal Kejadian

Rotasi Bumi dihitung sekitar 24 jam, yang sebenarnya setara dengan sekitar 23 jam 56 menit. Penelitian menunjukkan bahwa panjang hari bertambah 1,33 milidetik setiap 100 abad. Meskipun perubahan ini kecil, perbandingan dengan panjang hari 3,6 juta tahun lalu menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Perkembangan

Perubahan panjang hari dipengaruhi oleh efek gravitasi Bulan dan proses geofisika di Bumi, termasuk aktivitas di permukaan, bagian dalam, dan atmosfer. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah pencairan lapisan es di kutub dan gletser pegunungan yang menyebabkan pergeseran material di permukaan Bumi. Peneliti Mostafa Kiani Shahvandi menjelaskan bahwa pencairan es yang terjadi pada abad ke-21 menyebabkan kenaikan permukaan laut, yang pada gilirannya memperlambat rotasi Bumi.

Kondisi Terakhir

Studi ini juga menunjukkan bahwa perubahan iklim masa kini berpengaruh terhadap melambatnya perputaran Bumi. Peneliti menemukan bahwa fenomena serupa terjadi sekitar 2,6 juta tahun lalu, selama periode Quaternary, ketika pencairan es benua mengubah ketinggian permukaan laut dan durasi hari. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 10 Maret 2026 dengan judul Climate‐Induced Length of Day Variations Since the Late Pliocene.