Kerja Sama Vietnam dan Inggris Tingkatkan Keamanan Produk di E-Commerce
Kini News - Forum ini diselenggarakan bersama oleh Otoritas Standar dan Keamanan Produk Inggris dan melibatkan partisipasi dari negara-negara ASEAN dan sejumlah platform e-commerce.
Menurut informasi dari Departemen Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Dalam Negeri, poin pentingnya adalah forum tersebut menggeser fokusnya dari diskusi kebijakan ke solusi implementasi yang konkret. Para peserta berkonsentrasi pada pembahasan cara-cara untuk mengidentifikasi, memperingatkan, dan menghilangkan barang-barang yang tidak sesuai standar di lingkungan digital, dalam konteks e-commerce yang berkembang pesat namun dengan risiko yang semakin nyata terkait kualitas dan keamanan produk.
Dalam acara tersebut, Bapak Tran Huu Linh, Direktur Departemen Manajemen dan Pengembangan Pasar Dalam Negeri, menekankan bahwa kerja sama multilateral merupakan faktor kunci dalam mengendalikan perdagangan elektronik lintas batas secara efektif dan membangun lingkungan bisnis yang lebih transparan dan aman.
Mungkin Anda juga suka
Dari pihak Inggris, Wakil Duta Besar Alex Strugnell menegaskan bahwa Inggris akan terus bekerja sama dengan Vietnam dalam mempromosikan transformasi digital, khususnya melalui berbagi pengalaman, pelatihan, dan dukungan teknis di bidang keamanan produk.
Salah satu hasil nyata dari forum tersebut adalah promosi Portal Keamanan Produk ASEAN. Platform ini memungkinkan negara-negara anggota untuk bertukar data secara real-time tentang produk yang tidak aman dan kegiatan penarikan produk. Mekanisme ini diharapkan dapat membatasi peredaran barang yang tidak memenuhi standar lintas batas dan meningkatkan koordinasi antar lembaga pengatur.
Yang perlu diperhatikan, pengalaman dari sistem basis data keamanan produk di Inggris menunjukkan potensi transisi dari pemantauan manual ke aplikasi berbasis teknologi. Hasil uji awal menunjukkan bahwa solusi ini dapat membantu menghilangkan hampir 50% produk tidak aman yang ditandai di platform e-commerce utama.
Selain itu, diperkenalkan pula alat-alat web-scraping yang memungkinkan badan pengatur untuk secara proaktif mendeteksi dan memprioritaskan pengendalian kelompok produk berisiko tinggi seperti peralatan listrik, mainan, dan kosmetik. Bersamaan dengan itu, diluncurkan pula inisiatif untuk membentuk Kelompok Penghubung antara platform e-commerce Asia Tenggara dan Inggris, yang menciptakan saluran koordinasi cepat antara badan pengatur dan bisnis.
Peningkatan kerja sama antara Vietnam, Inggris Raya, dan negara-negara ASEAN diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan pasar online, tetapi juga meletakkan dasar bagi lingkungan e-commerce yang transparan, aman, dan berkelanjutan di masa depan.
Pada Forum Keamanan Produk Daring 2026, para pembicara membahas berbagai solusi dan pengalaman yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat pengendalian keamanan produk di lingkungan digital.




