Wildoze Luncurkan Single Pertama '27' sebagai Suara Perlawanan di Tengah Quarter Life Crisis
Sumber Foto: KapanLagi.com
Hiburan

Wildoze Luncurkan Single Pertama '27' sebagai Suara Perlawanan di Tengah Quarter Life Crisis

Kini News - Kapanlagi.com - Wildoze lahir dari semangat kebebasan berekspresi dan hasrat untuk menyuarakan realita kehidupan melalui musik yang intens dan penuh tenaga. Merupakan band hardcore pertama yang terbentuk di Batulicin, Kalimantan Selatan, Wildoze membawa identitas lokal dengan karakter sound yang agresif, jujur, dan berani.

Wildoze bukan sekadar proyek musik, melainkan wadah perlawanan terhadap stagnasi, simbol keberanian untuk tetap berdiri, bergerak, dan melawan batasan. Dengan lirik yang kuat dan komposisi yang padat energi, dirancang sebagai pelepasan emosi kolektif antara band dan pendengar.

Wildoze beranggotakan Arifin Khrl (vokal), M Abde Syahrian (gitar), Danar Agiputra (gitar), M.Ramadhani (bass), dan R.Ihza Hernanda (drum). Sementara itu, Lagu berjudul 27 merupakan single pertama yang lahir dari fase hidup yang tidak semua orang berani ceritakan, usia 27 titik rawan antara mimpi dan realita. Terinspirasi dari pengalaman quarter life crisis, lagu ini menjadi teriakan bagi mereka yang pernah jatuh, diragukan, dan hampir menyerah, tapi memilih untuk tetap berdiri.

Advertisement

Dengan distorsi agresif, dan lirik lugas tanpa basa-basi, lagu ini memuntahkan amarah yang terpendam sekaligus menegaskan sikap: hidup harus dihadapi, bukan dihindari. Angka 27 bukan sekadar umur, tapi simbol perlawanan terhadap keraguan, tekanan sosial, dan rasa gagal yang sering datang di fase tersebut.

Lagu ini ditujukan untuk siapa pun yang pernah atau sedang berada di titik itu, terjatuh, bangkit, dan terus melawan. Karena menyerah bukan pilihan, dan hidup harus tetap digelorakan.

Berita Lainnya

Tampil Lebih Matang Setelah Ganti Nama, RANGR Rilis EP 'Masa Depan Kita' Lewat Video Klip Emosional

20 Tahun Band Hidden Message, Rasa Ini Takkan Pernah Mati Hadir dengan Warna Baru

Agrikulture Rilis 'Terang Di Gelap Cahaya', Rayakan Ironi dan Harapan

Methosa Lahirkan Lagu 'Pulanglah', Jadi Ruang Untuk Berkontemplasi

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kpl/far/ums)