Lonjakan Streaming Musik Religi di Ramadan: Fenomena Spiritual dan Nostalgia
Kini News - JAKARTA - Platform streaming Spotify menangkap pergeseran signifikan dalam perilaku konsumsi audio masyarakat Indonesia pada bulan suci Ramadan.
Berdasarkan data terbaru, tren mendengarkan musik bernuansa religi tercatat mengalami lonjakan hingga hampir dua kali lipat dibandingkan pekan-pekan biasa.
Fenomena ini mempertegas bahwa audio telah menjadi instrumen krusial bagi masyarakat dalam membangun suasana spiritualitas secara personal maupun kolektif.
Dimas Ario selakuLead Music Editor Spotify Indonesia menjelaskan, perubahan pola ini tidak terjadi secara acak, melainkan mengikuti ritme sosial dan ritual ibadah yang dijalani masyarakat.
Spotify pun merespons dinamika ini dengan melakukan kurasi playlist yang lebih spesifik dan kontekstual untuk menemani setiap fase Ramadan, mulai dari sahur, momen refleksi diri, hingga keriuhan tradisi mudik.
"Data membantu kami melihat pola kebiasaan mendengarkan, tapi pemahaman dari konteks budayalah yang menjelaskan makna dari pola tersebut,” kata Dimas melalui siaran pers kepada VOI, Kamis, 26 Februari.
“Ramadan itu sangat personal, tetapi juga kolektif. Memahami hal ini memungkinkan kami untuk melakukan kurasi playlist yang relevan dengan berbagai momen yang pengguna alami selama Ramadan," sambungnya.
Dimas menambahkan bahwa selama bulan suci, pendengar cenderung mencari ketenangan melalui musik yang reflektif. Namun di sisi lain, aspek komunal seperti tradisi buka puasa bersama (bukber) juga memicu bangkitnya genre musik nostalgia.
Musik-musik dari era 2000-an dan 2010-an sering kali menjadi "soundtrack" reuni bagi mereka yang berkumpul kembali dengan kawan lama atau mantan rekan kerja.
"Fenomena bukber ini mempertemukan orang-orang dari berbagai fase kehidupan di mana setiap grupnya memiliki soundtrack tersendiri. Kami hadirkan perasaan tersebut lewat playlist nostalgia seperti Terbaik 2000-an dan Ngetren 2010-an yang bisa membangkitkan kenangan bersama,” tuturnya. “Di sisi lain, bagi pendengar yang memilih untuk menjalani Ramadan dengan tenang dan lebih reflektif, kami juga mengkurasi playlist seperti Sejuknya Ramadan dan Ramadan Kamu 2026.”
Bagi Spotify, peran kurasi bukan sekadar menyajikan daftar lagu, melainkan memastikan setiap konten yang ditemukan pengguna terasa selaras dengan emosi dan momen yang sedang mereka jalani di bulan penuh berkah ini.




