Selat Hormuz Menjadi Wilayah Berbahaya bagi Kapal Tanker
Kini News - Selat Hormuz kini dianggap sebagai wilayah yang berbahaya bagi kapal tanker setelah Iran menutup jalur perairan strategis tersebut. Penutupan ini terjadi setelah serangan terkoordinasi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Awal Kejadian
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dipicu oleh serangan besar-besaran yang dilakukan AS dan Israel pada akhir pekan lalu, yang menewaskan sejumlah tokoh penting di Teheran, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Selat Hormuz adalah jalur vital yang mengangkut sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak harian global.
Perkembangan
Setelah serangan tersebut, Iran melancarkan serangan terhadap kapal tanker yang dianggap melintas secara ilegal. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa mereka telah menyerang kapal tanker bernama Athens Nova, yang dimiliki oleh sekutu AS, dengan dua drone tempur, yang menyebabkan kapal tersebut terbakar. Selain itu, IRGC juga meluncurkan serangan drone dan rudal ke target-target militer AS di wilayah sekitar Selat Hormuz dan negara-negara Teluk lainnya.
Kondisi Terakhir
IRGC mengklaim bahwa serangan balasan ini ditujukan sebagai respons terhadap serangan AS-Israel, yang mereka anggap sebagai pelanggaran kedaulatan. Otoritas Iran menginformasikan bahwa serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 555 orang tewas akibat serangan udara musuh, sementara mereka juga mengklaim bahwa 560 tentara AS tewas dan terluka akibat serangan balasan Iran.




