Peran Kebijakan Moneter dan Makroprudensial dalam Stabilitas Ekonomi
Sumber Foto: Kompasiana.com
Nasional

Peran Kebijakan Moneter dan Makroprudensial dalam Stabilitas Ekonomi

Kini News - Dalam sistem ekonomi modern, stabilitas tidak hanya dijaga melalui kebijakan moneter, tetapi juga melalui kebijakan makroprudensial. Keduanya saling melengkapi untuk menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan.

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan bank sentral untuk mengatur jumlah uang beredar dan suku bunga guna menjaga stabilitas ekonomi, terutama inflasi dan nilai tukar.

Kebijakan makroprudensial adalah kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan, terutama dari risiko krisis keuangan. Jika moneter fokus pada stabilitas harga, maka makroprudensial fokus pada stabilitas sistem perbankan dan keuangan.

Maka dapat diartikan bahwa kebijakan moneter akan menjaga stabilitas harga dan kebijakan makroprudensial menjaga stabilitas sistem keuangan. Keduanya harus berjalan bersama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.

Di Indonesia, mandat ini dijalankan terutama oleh Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan dan pertumbuhan ekonomi yang dimaksud.

Adapun beberapa instrumen dalam kebijakan moneter dan makroprudensial yang perlu diketahui:

A. Instrumen Kebijakan Moneter:

1. Suku Bunga Acuan

Suku Bunga Acuan adalah tingkat bunga sebesar imbal hasil rata-rata tertimbang hasil lelang surat perbendaharaan negara (SPN) 12 bulan (new issuance) yang diumumkan secara periodik oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Pengertian secara sederhananya bahwa suku bunga acuan adalah besarnya bunga yang ditetapkan secara oleh bank sentral.

Suku bunga acuan bertujuan untuk mengontrol laju inflasi, mengendalikan jumlah uang beredar, meminimalisasi kecurangan dalam sistem perbankan, memaksimalkan pertumbuhan ekonomi, dan mengontrol daya beli masyarakat.

Lihat Financial Selengkapnya