Pelaku Usaha Dufa-Dufa Tuntut Kebijakan Kapal yang Jelas
Kini News - Home / Kabar Daerah / Pelaku Usaha di Kawasan Dufa-Dufa, Ternate, Tuntut Kebijakan Operasional Kapal
Pelaku Usaha di Kawasan Dufa-Dufa, Ternate, Tuntut Kebijakan Operasional Kapal
Februari 26, 2026 - 1:46 pm - 2 min read
Oleh Andri R. Mansur
Halmaheranesia – Pelaku usaha dan pekerja di kawasan Pasar Dufa-Dufa, Kota Ternate, menggelar aksi demonstrasi sekaligus memblolade aktivitas lalu lintas, tepatnya di pertigaan jalan depan Aikom menuju Bandara Sultan Babullah, Kamis, 26 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, massa aksi menuntut kejelasan perubahan rute kapal KM Queen Mary dan KM Cahaya Nusantara di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, Dufa-Dufa.
Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT itu diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh bagasi, sopir angkutan barang dan penumpang, tukang ojek, pedagang, hingga pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi di pelabuhan tersebut.
Koordinator aksi, Arif Hi Ahmad, mengatakan perubahan kebijakan operasional kapal pada rute Morotai–Ternate berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat di kawasan Pasar Dufa-Dufa.
Karena itu, kata Arif, mereka meminta penjelasan resmi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) selaku pihak yang memiliki kewenangan terhadap operasional pelabuhan dan kapal.
Menurut Arif, polemik ini tidak hanya menyangkut operator kapal, tetapi juga berkaitan dengan kepastian aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan. Massa meminta agar ada keputusan yang jelas terkait kapal mana yang beroperasi di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II.
“Sebelumnya, muncul polemik setelah adanya kebijakan yang menempatkan KM Queen Mary untuk berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, sementara KM Cahaya Nusantara diminta berpindah ke pelabuhan lain,” ucap Arif.
“Namun hingga saat ini, operasional kapal tersebut dinilai belum berjalan jelas sehingga memicu keresahan di kalangan pelaku usaha dan pekerja,” sambungnya.
Selain meminta penjelasan dari KSOP, massa juga berharap Pemerintah Kota Ternate dan Pemrov Malut turut mengambil peran dalam mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat di kawasan Pasar Dufa-Dufa.
Sementara itu, Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate, Sugandi, menyebutkan pengalihan rute dilakukan sesuai pertimbangan teknis pelayaran.
“Kami membuka ruang koordinasi bersama pemerintah daerah untuk mengembalikan operasional kapal melalui Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, di Kelurahan Dufa-Dufa,” singkatnya.
Bagikan:
Andri R. Mansur
Reporter
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.
Postingan Terkait
Dr Graal Minta Masyarakat Adat Dilindungi dan Jangan Dikriminalisasi
SOBAT KITA, Inovasi RSUD Chasan Boesoirie Diluncurkan, Begini Layanan Programnya
Ronald Reagen Siap Bertarung pada Musdalub HIPMI Maluku Utara
Sukses Tekan Kemiskinan, Bupati Morotai Apresiasi OPD dan Operator Data
Musdalub HIPMI Malut Jadi Sorotan, Mengapa Bisa 3 Kali Musyawarah dalam 1 Periode?
Gubernur Sherly Dorong Taekwondo Malut Cetak Atlet Berprestasi Dunia
Halmaheranesia Official
Terpopuler
Ronald Reagen Siap Bertarung pada Musdalub HIPMI Maluku Utara
Peringati HATAM 2026, Warga dan Aktivis Gelar Aksi Simbolik di Kawasan Tambang, Halteng
Sukses Tekan Kemiskinan, Bupati Morotai Apresiasi OPD dan Operator Data
Musdalub HIPMI Malut Jadi Sorotan, Mengapa Bisa 3 Kali Musyawarah dalam 1 Periode?
Pria di Ternate Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah
Dr Graal Minta Masyarakat Adat Dilindungi dan Jangan Dikriminalisasi
SOBAT KITA, Inovasi RSUD Chasan Boesoirie Diluncurkan, Begini Layanan Programnya
Redaksional
Redaksi
Siber
Tentang Kami
Kode Etik
Copyright © 2026 - Halmaheranesia.com - All Right Reserved




