Masrah Hadirkan Optimisme dalam Musik Religi Lewat 'Jangan Biarkan Aku Menyerah'
AKSARA JABAR - Musik religi tak melulu harus berbalut kesedihan. Lewat single terbarunya Jangan Biarkan Aku Menyerah, Masrah justru mengajak pendengar berjalan di jalur yang lebih terang—menemukan spiritualitas sebagai sumber kekuatan, bukan sekadar ruang ratapan.
Dirilis menjelang bulan penuh refleksi, lagu ini lahir dari perenungan personal tentang makna puasa dan keikhlasan. Masrah menempatkan spiritualitas sebagai proses berdamai dengan diri sendiri: menahan ego, meredam amarah, dan menerima bahwa tidak semua hal yang dicintai harus dimiliki. Narasi tersebut dibungkus dengan sudut pandang perempuan yang jujur, apa adanya, dan berani.
Dari sisi musikal, Masrah bersama Harry Toledo mengambil langkah yang tak biasa. Alih-alih memilih progresi minor yang lazim dalam lagu religi, keduanya sepakat menggunakan tangga nada mayor. Pilihan ini memberi warna optimistis—seolah lagu ini bukan sekadar doa, melainkan juga pelukan hangat bagi mereka yang sedang lelah secara batin.
Aransemen string sinematik menjadi elemen dominan, namun disusun secara organik agar tetap terasa intim. Denting-denting orkestrasi tersebut membangun emosi yang mengalir pelan, lalu perlahan menguat—merepresentasikan proses jatuh, menerima, dan bangkit kembali. Hasilnya adalah pengalaman mendengarkan yang reflektif sekaligus memberi energi.
Eksplorasi Masrah tak berhenti pada audio. Video klip lagu ini hadir dengan pendekatan sinematik berbasis storytelling, memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membangun atmosfer visual. Meski menggunakan AI sebagai medium, ruh karya tetap sepenuhnya manusiawi: emosi, lirik, dan pesan spiritualnya lahir dari pengalaman nyata sang musisi.
Melalui “Jangan Biarkan Aku Menyerah,” Masrah seakan menyampaikan satu pesan penting: iman bukan hanya tentang air mata, tetapi juga tentang keberanian untuk berharap. Lagu ini menjadi penanda babak baru dalam musik religi Indonesia—lebih terang, lebih jujur, dan relevan dengan perjalanan batin generasi masa kini.***




