Lagu 'Sesi Potret' Enau dan Ari Lesmana: Refleksi Penyesalan atas Kehilangan
Sumber Foto: Medcom.id
Hiburan

Lagu 'Sesi Potret' Enau dan Ari Lesmana: Refleksi Penyesalan atas Kehilangan

Jakarta: Musisi Enau kembali menghadirkan karya personal lewat kolaborasinya bersama Ari Lesmana dalam lagu berjudul “Sesi Potret”. Dirilis pada 30 Januari 2026, lagu ciptaan Putra Permana dan Ari Lesmana ini mengangkat cerita emosional tentang kehilangan, penyesalan, serta hubungan keluarga yang kerap terabaikan oleh waktu.

“Sesi Potret” turut dilengkapi video musik yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube Aku Enau, FireFly, dan Musica Studios.

Makna Lagu Sesi Potret

Lagu"Sesi Potret" merefleksikan perasaan duka seseorang yang terlambat menyadari arti kehadiran orang tercinta setelah kepergian mereka. Melalui lirik-lirik sederhana namun menusuk, lagu ini menggambarkan penyesalan karena terlalu sibuk mengejar mimpi hingga lupa pulang, lupa memberi perhatian, dan menunda kebersamaan.

“Sesi potret” menjadi simbol kenangan terakhir yang kini hanya bisa dikenang lewat foto, sekaligus pengingat bahwa waktu bersama keluarga adalah hal yang tak bisa diulang ketika kehilangan telah terjadi.

Lirik Lagu Sesi Potret - Enau ft. Ari Lesmana

Tahun lalu berjuta alasanku

Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan

Berkat doamu diijabah Sang Maha Kaya

Dan tahun ini, kubisa pulang

Oleh-oleh sudah di tangan

Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku

Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang…

Ku bertamu ke rumah barumu

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh

Kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu kubenci

Aneh rasanya kau tak di sini

Susunan barisannya tak sama lagi

Ooh... Satu... dua... tiga...

Ini nyata, kau telah pergi...

Ku bertamu ke rumah barumu

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh

Kalau rindu aku tak mampu

Sesal hatiku tak sempat temani kamu

Harusnya kubisikkan kata ajaib ke telingamu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Masih sangat amatir

Gengsi menyelimutiku

Manusia ini kehilanganmu

Kehilanganmu...

(Maulia Chasanah)