Krisis Energi Melanda Kuba di Tengah Ancaman Serangan AS
Kini News - Saat ini, Kuba mengalami krisis energi parah dengan pemadaman listrik melanda dua pertiga wilayah negara tersebut, termasuk Havana. Hal ini terjadi di tengah sinyal ancaman serangan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah perang melawan Iran.
Awal Kejadian
Pemadaman listrik yang melanda Kuba dipicu oleh kerusakan di Antonio Guiteras Power Plant, salah satu pembangkit listrik terbesar di negara itu. Pembangkit ini terletak sekitar 100 km sebelah timur Havana dan bertanggung jawab untuk memasok energi dari Pinar del Rio di barat hingga Las Tunas di timur.
Perkembangan
Krisis listrik di Kuba bukan hal baru, karena infrastruktur pembangkit yang menua dan kekurangan bahan bakar telah menyebabkan pemadaman berkepanjangan, dengan durasi mencapai 20 jam setiap hari di beberapa wilayah. Situasi ini diperburuk oleh terbatasnya pasokan minyak dari Venezuela, yang menyuplai sekitar 50% kebutuhan bahan bakar Kuba, setelah Trump memerintahkan penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Januari. Selain itu, pemerintah AS juga memberlakukan embargo minyak terhadap Kuba, sehingga mengurangi pengiriman energi ke negara tersebut.
Kondisi Terakhir
Akibat kelangkaan bahan bakar, pemerintah Kuba terpaksa melakukan penjatahan layanan penting, termasuk pengumpulan sampah dan transportasi umum. Di sisi lain, Trump telah memberikan sinyal bahwa tindakan militer terhadap Kuba bisa dilakukan setelah pemerintahannya menyelesaikan perang melawan Iran, mengungkapkan hal tersebut saat berbicara di Gedung Putih.




