Kisah Haru Wanita yang Mengurus 4 Adik Setelah Kehilangan Ibu
Sumber Foto: Wolipop
Detik Kini

Kisah Haru Wanita yang Mengurus 4 Adik Setelah Kehilangan Ibu

Seorang wanita asal Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Pati, Jawa Tengah, membagikan kisah emosional melalui akun TikToknya @aprilasdv, yang kini viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia menceritakan momen tak terlupakan ketika dirinya dan ibunya hamil dalam waktu yang hampir bersamaan. Lima tahun lalu, wanita ini berencana memberikan kejutan kepada ibunya dengan mengungkapkan kehamilannya yang sudah memasuki lima bulan. Namun, ia terkejut ketika mengetahui bahwa ibunya juga sedang hamil satu bulan.

Keadaan ini menjadi lebih mengejutkan mengingat ibunya saat itu masih memiliki seorang balita berusia 1,5 tahun. Namun, kebahagiaan tersebut berubah menjadi duka ketika sang ibu jatuh sakit dan meninggal dunia tiga tahun setelah melahirkan anak keempatnya.

"Aku mau kasih kejutan ke ibu kalau aku sudah hamil lima bulan, tapi rupanya mamakku juga lagi hamil sebulan. Aku shock, suami shock, semua shock karena aku punya adik yang baru 1,5 tahun waktu itu. Setelah ibu melahirkan anak ke-4, tiga tahun kemudian beliau sakit dan meninggal," tulis April dalam unggahannya.

Sejak kepergian ibunya, April mengambil alih tanggung jawab untuk mengasuh adik-adiknya yang masih kecil. Ia mengatur segala hal, mulai dari makanan, pendidikan, hingga pakaian mereka. "Semoga aku dan suami selalu sehat, panjang umur, dan rezeki lancar, agar bisa membersamai mereka terus," tambahnya.

Video kisah April telah ditonton lebih dari 2,9 juta kali dan menarik perhatian warganet yang memberikan komentar positif. Banyak yang memberikan dukungan dan semangat kepada April dalam menjalani perannya yang baru.

April, yang kini menjadi tumpuan bagi adik-adiknya, menjelaskan bahwa ia adalah anak pertama dari empat bersaudara. Saat ini, ia bertanggung jawab atas tiga adik yang sedang bersekolah dan satu adik balita. "Ibu meninggal waktu adikku usianya 2,5 tahun. Aku yang harus mengurus semuanya," ujarnya.

Kehidupan sehari-hari April tidaklah mudah. Selain harus membagi waktu antara pekerjaan sampingan dan urusan rumah tangga, ia juga harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran suaminya, yang bekerja di luar negeri. "Bapakku bekerja, jadi adik-adik lebih banyak di rumah sama aku. Kebetulan aku juga LDR sama suami. Anakku dua, dan anakku yang pertama seumuran sama adikku yang nomor 4," ungkap April.

Kisahnya menggambarkan ketahanan dan dedikasi seorang wanita yang harus menghadapi tantangan besar dalam hidupnya, sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak orang.