Jumlah Titik Banjir di Jakarta Menurun, Tersisa 11 Rukun Tetangga
Jakarta mengalami penurunan jumlah titik banjir di wilayahnya, dengan saat ini tersisa 11 Rukun Tetangga (RT) yang masih terendam. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak kemarin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa ketinggian air di titik-titik banjir tersebut mencapai 35 cm. Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, menyampaikan hal ini dalam keterangannya pada Selasa, 13 Januari 2026.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 11 RT yang terendam,” ujar Yohan. Genangan air paling parah dilaporkan terjadi di Kelurahan Warakas, Jakarta Utara, dengan ketinggian mencapai 35 cm.
Rincian Titik Banjir
Menurut laporan terbaru, titik banjir yang tersisa terdiri dari:
- Jakarta Barat: 5 RT
- Kelurahan Tegal Alur: 5 RT dengan ketinggian 30 cm
- Jakarta Utara: 6 RT
- Kelurahan Kalibaru: 1 RT dengan ketinggian 30 cm
- Kelurahan Warakas: 5 RT dengan ketinggian 35 cm
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan air di setiap wilayah dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik. Upaya ini dilakukan bersama para lurah dan camat setempat dengan target agar genangan dapat segera surut.
BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan di wilayah mereka. Dalam keadaan darurat, masyarakat diimbau untuk menghubungi nomor telepon 112 yang tersedia secara gratis selama 24 jam.




