Inovasi Pemkab Badung untuk Atasi Kemacetan dan Peningkatan Layanan Dasar
Sumber Foto: detikNews
Detik Kini

Inovasi Pemkab Badung untuk Atasi Kemacetan dan Peningkatan Layanan Dasar

Pada 20 Februari 2026, Pemkab Badung merayakan satu tahun kepemimpinan I Wayan Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta. Dalam rangka mewujudkan visi pariwisata berkualitas, pemerintah kabupaten meluncurkan program unggulan "Sapta Kriya Adi Cipta" untuk mengatasi berbagai masalah fundamental di daerah tersebut.

Strategi Mengatasi Kemacetan

Pemkab Badung berupaya mengatasi kemacetan yang menjadi masalah signifikan di lokasi-lokasi pariwisata. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) satu arah di Kerobokan Kelod. Dengan implementasi ini, waktu tempuh rata-rata berkurang dari 19,8 menit menjadi 4,93 menit, sementara kecepatan kendaraan meningkat menjadi 39,9 km/jam.

Selain itu, Pemkab juga mengembangkan empat trase jalan baru di Kuta Utara, dengan total anggaran mencapai Rp 2,8 triliun. Pembangunan ini bertujuan untuk memberikan solusi permanen bagi kemacetan yang sering terjadi, terutama di depan Lapas Kerobokan. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan

Dalam rangka pengelolaan sampah, Pemkab Badung mendorong kemandirian desa melalui optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Selain itu, pemerintah juga melakukan normalisasi irigasi dan membersihkan sungai secara berkala untuk mencegah pendangkalan dan banjir.

Bersamaan dengan itu, kebersihan pantai juga menjadi fokus, dengan pembersihan intensif di lokasi-lokasi wisata seperti Pantai Kelan dan Jimbaran untuk mengatasi masalah sampah laut.

Penyediaan Air Bersih

Masalah akses air bersih di Badung Selatan diharapkan teratasi dengan proyek jaringan pipa bawah laut dari IPA Estuary menuju Nusa Dua, yang diharapkan dapat meningkatkan distribusi air dari 420 liter per detik menjadi 490 liter per detik. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan Februari 2026.

Peningkatan Dukungan terhadap Budaya dan Pendidikan

Pemkab Badung juga menunjukkan komitmennya terhadap budaya dengan meningkatkan dana untuk kreativitas ogoh-ogoh bagi Sekaa Teruna dari Rp 20 juta menjadi Rp 40 juta. Di sektor pendidikan, program Bimbingan Belajar Bahasa Inggris Gratis diluncurkan untuk siswa SD dan SMP di 62 desa/kelurahan.

Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial

Dari segi kesehatan, Pemkab meluncurkan layanan homecare gratis melalui aplikasi "Nak Badung Sehat" serta layanan darurat 24 jam. Bantuan sosial juga diberikan kepada kelompok rentan, termasuk veteran dan lansia, dengan jumlah tunjangan yang beragam.

Program Bantuan Sosial sebesar Rp 2 juta per Kepala Keluarga menjelang hari raya keagamaan terbukti efektif dalam menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka inflasi di daerah tersebut.

Kesimpulan

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, I Wayan Adi Arnawa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Badung melalui berbagai program unggulan yang terintegrasi. Pemkab Badung berharap dapat menjadi contoh dalam pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.