Donald Trump Umumkan Melania Sebagai Bintang Film Terkenal
Sumber Foto: detikcom
Detik Kini

Donald Trump Umumkan Melania Sebagai Bintang Film Terkenal

Jakarta - Di tengah kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, narasi baru muncul mengenai status istrinya, Melania Trump, yang kini tidak hanya dipandang sebagai Ibu Negara, tetapi juga sebagai bintang film. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada acara Board of Peace, Trump dengan percaya diri menyebut Melania sebagai bintang besar layar lebar.

Trump merujuk pada film dokumenter berjudul "Melania" yang dirilis oleh Amazon MGM Studios. Ia mengklaim film tersebut telah mencapai kesuksesan luar biasa, yang sulit untuk diverifikasi oleh data industri. "Melania sekarang adalah bintang film besar. Dokumenternya adalah yang nomor satu dalam 19 tahun terakhir, bisakah Anda mempercayainya?" ungkapnya.

Namun, meski klaim tersebut mengundang pujian dari Trump, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Laporan dari industri film menyatakan bahwa setelah debut yang menggemparkan, pendapatan box office film ini mengalami penurunan drastis hingga 67% dalam waktu satu minggu.

Banyak analis menilai pernyataan Trump sebagai bentuk hiperbola politik, mengingat data transparansi dari Amazon mengenai film tersebut belum dipublikasikan secara lengkap. Kritikus film juga menyuarakan ketidakpuasan mereka, dengan Owen Gleiberman dari Variety memberikan ulasan tajam yang menyebut film itu sebagai "infomersial tanpa rasa malu". Ia mencatat bahwa gaya penyutradaraan Brett Ratner terasa mirip dengan film propaganda yang kaku, dan menyoroti kontrol editorial penuh yang dimiliki Melania atas proyek tersebut.

Menurut kesepakatan kontraknya, Melania berhak untuk memangkas adegan yang dianggap tidak mendukung citranya, menghasilkan film yang dinilai oleh banyak pihak sebagai "steril" dan "palsu". Di situs ulasan Rotten Tomatoes, terdapat perbedaan mencolok antara skor kritikus yang hanya mencapai 5% dan skor penonton yang melonjak hingga 99%. Perbedaan ini menimbulkan kecurigaan terhadap kemungkinan adanya kampanye rating massal oleh para pendukung Melania.

Masalah yang dihadapi film "Melania" tidak hanya terbatas pada kontennya. Rolling Stone melaporkan adanya keresahan di kalangan kru produksi, dengan dua pertiga dari staf meminta agar nama mereka dihapus dari kredit film. Mereka merasa malu dan tidak ingin karier mereka terkait dengan proyek yang dianggap sebagai "proyek kesombongan".

Selain itu, industri musik film juga terguncang oleh keluhan dari komposer Jonny Greenwood, yang musiknya digunakan dalam dokumenter ini tanpa izin. Greenwood dan sutradara Paul Thomas Anderson dilaporkan sangat marah dan menuntut agar karya mereka segera dihapus dari film, menambah daftar masalah hukum yang menyelimuti perilisan ini.