Bencana Alam Melanda Langkat: Evakuasi dan Koordinasi Intensif Dilakukan
Sumber Foto: Tribrata News
Terkini Cepat

Bencana Alam Melanda Langkat: Evakuasi dan Koordinasi Intensif Dilakukan

Sejak Senin malam hingga Rabu, sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat mengalami bencana alam akibat intensitas hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus. Dampak dari cuaca ekstrem ini meliputi bangunan yang rubuh, banjir, dan pohon tumbang di beberapa kecamatan.

Polres Langkat bersama Polsek jajaran segera mengambil tindakan dengan melakukan evakuasi warga dan pengaturan arus lalu lintas untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Di Kecamatan Babalan, sebuah bangunan tua yang digunakan sebagai gudang ikan rubuh pada Rabu pagi. Keruntuhan terjadi pertama kali di bagian depan bangunan sekitar pukul 06.00 WIB, diikuti oleh rubuhnya bangunan samping pada pukul 07.30 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Petugas dari Polsek Pangkalan Brandan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan PT PLN terkait pemadaman listrik, mengingat kabel-kabel di sekitar bangunan juga ikut rubuh. Selain itu, pihak kepolisian bekerja sama dengan Koramil 13 Pangkalan Brandan dan perangkat kelurahan untuk memastikan lokasi aman dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati puing-puing bangunan yang runtuh.

Akibat hujan lebat, Sungai Siur di Kecamatan Pangkalan Susu meluap, dengan Desa Sei Siur menjadi salah satu wilayah terparah. Banjir setinggi 60 cm mengganggu arus lalu lintas di desa tersebut. Di Dusun I Batu Tangkul, Desa Alur Cempedak, sekitar 10 rumah terpaksa dievakuasi, sementara sejumlah rumah di Kelurahan Beras Basah dan Bukit Jengkol terendam hingga 1 meter.

Tim yang terdiri dari Polsek Pangkalan Susu, Pos AL, Koramil 15, dan Pertamina, bersama warga, berupaya mengevakuasi penduduk yang terdampak. Hingga siang hari, hujan masih turun dan sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik.

Di Kecamatan Sei Lepan, empat pohon akasia dan satu tiang listrik tumbang di tiga lokasi berbeda, menyebabkan kemacetan. Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amrizal Hasibuan, memimpin pembersihan bersama personel Marinir, PLN, dan masyarakat menggunakan chainsaw. Meskipun tidak ada korban jiwa, arus lalu lintas masih terganggu akibat kondisi cuaca yang belum membaik.

Situasi tidak berbeda di Kecamatan Padang Tualang, di mana banjir melanda sejumlah desa. Desa Buluh Telang tercatat sebagai wilayah paling terdampak dengan 266 rumah terendam, diikuti oleh Desa Serapuh ABC dan Desa Kwala Pesilam. Polsek Padang Tualang mengoordinasikan peninjauan dengan pemerintah desa dan kecamatan, serta memberikan imbauan kepada warga untuk tetap siaga dan mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.

Di Kecamatan Brandan Barat, banjir setinggi 30 cm terjadi di depan pintu Tol Pangkalan Brandan. Meskipun kendaraan masih dapat melintas, Polsek Pangkalan Brandan tetap melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan.

Menanggapi situasi ini, Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menginstruksikan seluruh jajaran untuk bersikap sigap dan responsif, serta mengutamakan keselamatan masyarakat. Kombes Pol Ferry menegaskan, semua personel di Polres Langkat telah diarahkan untuk bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.

Lebih lanjut, Kombes Pol Ferry memastikan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk dengan TNI, pemerintah daerah, PLN, dan BPBD, untuk memastikan penanganan bencana berlangsung maksimal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut.

Polres Langkat terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan melaporkan berita terbaru secara berkala. Upaya mitigasi, evakuasi, dan pembersihan area terdampak masih berlangsung di beberapa kecamatan. Polda Sumut mengingatkan masyarakat untuk menghindari area rawan longsor dan bangunan tua, serta tidak memaksa melintas di jalan yang terendam banjir dengan arus kuat. Jika memerlukan bantuan evakuasi, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang.