Atap Aula SMPN 6 Sukanagara Roboh, Kapolsek Lakukan Pengecekan TKP
Kini News - Kapolsek Sukanagara AKP Dedi bersama anggota mendatangi dan melaksanakan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas peristiwa robohnya atap bangunan aula SMPN 6 Sukanagara yang berlokasi di Kampung Ciwalahir, Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Kamis (26/2/2026). Kehadiran personel kepolisian dilakukan segera setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya bangunan sekolah yang roboh.Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun demikian, atap bangunan aula sekolah dengan ukuran kurang lebih panjang 15 meter dan lebar 8 meter dilaporkan roboh dengan estimasi kerugian material sekitar Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Area sekitar bangunan langsung diamankan guna mencegah potensi bahaya lanjutan serta memastikan tidak ada masyarakat yang mendekat ke lokasi rawan.Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Rani, seorang guru yang rumahnya tidak jauh dari lingkungan sekolah. Saksi mendengar suara bangunan roboh dan setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa atap ruang aula sekolah telah ambruk. Saksi kemudian menghubungi Kepala Sekolah untuk memberitahukan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi awal, bangunan diduga roboh akibat faktor usia dan kondisi konstruksi yang telah lapuk. Bangunan aula tersebut diketahui didirikan pada tahun 2009 dan terakhir dilakukan rehabilitasi pada tahun 2018.Adapun langkah-langkah yang telah diambil oleh pihak kepolisian antara lain menerima dan menindaklanjuti informasi kejadian, melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimcam, Satpol PP, Dinas PUPR, Damkar, Tagana, serta staf desa setempat. Selain itu, Kapolsek bersama anggota juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi serta mendata dan meminta keterangan dari para saksi guna memastikan kronologi serta penyebab kejadian secara komprehensif.Kapolsek Sukanagara AKP Dedi menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. “Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut serta mengimbau agar area sekitar bangunan yang roboh tidak didekati demi keselamatan bersama. Dugaan sementara, bangunan roboh akibat faktor usia dan kondisi material yang sudah lapuk. Kami akan terus memantau perkembangan serta mendukung proses penanganan selanjutnya,” tegasnya.Dengan adanya respons cepat dari aparat kepolisian dan instansi terkait, diharapkan proses penanganan dan evaluasi bangunan dapat segera dilakukan sehingga kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah tetap berjalan dengan aman dan tertib.




