Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diperkirakan pada November 2022
Jakarta - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) memasuki fase penting menjelang uji coba yang dijadwalkan berlangsung pada November 2022, bertepatan dengan pertemuan G20. Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan bahwa uji coba tersebut akan dilakukan dari jalur Tegalluar hingga Kopo.
"Kita akan melakukan uji coba nanti pada November 2022 pada waktu G20 dari jalur Tegalluar sampai dengan Kopo," ungkapnya. Kehadiran rangkaian kereta cepat ini diharapkan dapat menunjukkan progres pembangunan kepada para pemimpin dunia, termasuk Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja untuk melihat perkembangan proyek.
Fakta-Fakta Terkait Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
- Kereta Cepat Pertama di Asia Tenggara: Pengiriman rangkaian kereta cepat ini menandai kali pertama kereta cepat dari China dikirim ke luar negeri. KCJB menjadi pionir kereta cepat di Asia Tenggara dan diharapkan dapat memperpendek waktu perjalanan antara Jakarta dan Bandung.
- Teknologi Canggih: KCJB mengadopsi teknologi tinggi dengan Grade of Automation (GOA) Level 1, memungkinkan kecepatan hingga 350 km per jam. Kereta ini direncanakan melayani 68 perjalanan setiap hari dengan waktu tempuh hanya 36 hingga 45 menit.
- Biaya Pembengkakan: Proyek ini mengalami cost overrun mencapai USD 1,176 miliar, setara dengan Rp 16,8 triliun. Biaya awal pembangunan diperkirakan sekitar USD 6,07 miliar, dan diskusi mengenai pembiayaan tambahan sedang berlangsung.
- Tarif Kereta Cepat: Tarif untuk perjalanan menggunakan KCJB diperkirakan berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 350.000, tergantung pada kelas pelayanan yang ditawarkan.
- Jaminan dari Presiden Xi Jinping: Perwakilan dari China Railway International Co (CRIC) menyatakan bahwa Presiden Xi Jinping memberikan jaminan agar proyek KCJB diselesaikan tepat waktu.
- Strategi Penambalan Biaya: Staf Khusus Menteri BUMN menyebutkan bahwa PSBI dan China Railway International akan menanggung sebagian dari pembengkakan biaya, sementara sisanya akan dibiayai melalui pinjaman.
- Optimisme Penyelesaian pada 2023: Meskipun ada kendala dalam pembiayaan, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah menegaskan optimisme bahwa proyek ini akan rampung dan dapat dioperasikan pada tahun 2023.
Dengan berbagai persiapan yang sedang dilakukan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Bandung.




