Trump Usulkan Dewan Perdamaian untuk Awasi PBB dalam Pertemuan Perdana
Sumber Foto: Koran Jakarta ®
Internasional

Trump Usulkan Dewan Perdamaian untuk Awasi PBB dalam Pertemuan Perdana

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan visi diplomasi yang mengejutkan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace /BoP) di United States Institute of Peace, Washington DC, Kamis waktu setempat.

Di hadapan para pemimpin dari 50 negara anggota, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, Trump menyatakan harapannya agar lembaga baru tersebut dapat berfungsi sebagai pengawas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di masa depan.

"Suatu hari nanti, saya tidak akan berada di sini. Perserikatan Bangsa-Bangsa akan tetap ada dan saya pikir akan menjadi jauh lebih kuat,” kata Trump dalam pertemuan perdana Board of Peace di United States Institute of Peace, Washington, Kamis.

“Dan Dewan Perdamaian hampir akan mengawasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memastikan organisasi itu berjalan dengan semestinya. Namun kami akan memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tuturnya.

Trump mengatakan, PBB membutuhkan dukungan, baik dalam operasional fasilitas maupun pendanaan.

"Kami akan memastikan Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap berjalan... Saya sudah mengatakannya selama bertahun-tahun, Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki potensi yang luar biasa,” ujarnya.

Presiden AS itu meyakini organisasi tersebut pada akhirnya akan “memenuhi potensinya.”

Pada Januari, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung.

Dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington DC hari ini, Presiden Prabowo hadir memenuhi undangan Presiden Trump yang merupakan tuan rumah dan inisiator BoP.

Beberapa pemimpin negara anggota lainnya juga turut hadir, antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.