TPID Jombang Gelar Rapat Tingkat Tinggi untuk Pengendalian Inflasi Menjelang Ramadan
Kini News - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jombang mengadakan High Level Meeting (HLM) di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Rabu (4/2). Rapat ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Awal Kejadian
HLM dilaksanakan oleh Bagian Perekonomian Setdakab Jombang yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang, Bambang Suntowo. Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengendalian inflasi yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Bambang menjelaskan bahwa inflasi dapat disebabkan oleh tingginya permintaan yang tidak diimbangi penawaran, meningkatnya biaya produksi barang dan jasa, serta kebijakan moneter yang kurang responsif.
Perkembangan
Dalam HLM, dibahas berbagai strategi pengendalian harga bahan pokok serta penerapan kebijakan pengendalian inflasi daerah. Beberapa narasumber yang hadir termasuk perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang, dan Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto. TPID mencatat bahwa pada minggu terakhir, Jombang masuk dalam tiga besar daerah dengan Indeks Pergerakan Harga (IPH) tertinggi di Jawa, yang memerlukan koordinasi lintas sektor untuk menanganinya.
Kondisi Terakhir
Bupati Warsubi yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Setdakab Jombang, Sri Surjati, menekankan pentingnya koordinasi yang berkesinambungan untuk mencapai perekonomian Jombang yang berkelanjutan dengan inflasi yang stabil. Jombang, sebagai daerah non-Indeks Harga Konsumen (non-IHK), melakukan pengendalian inflasi melalui pemantauan IPH. Data menunjukkan Jombang berada di peringkat ke-3 dari delapan kabupaten/kota di Pulau Jawa dengan kenaikan IPH tertinggi, dipicu oleh komoditas seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.




