Proyek Jalur Lingkar Utara Situbondo Terhenti, Warga Resah
Sumber Foto: Bangsaonline.com
Terkini Cepat

Proyek Jalur Lingkar Utara Situbondo Terhenti, Warga Resah

Warga Situbondo mengungkapkan keresahan mereka terkait perubahan kebijakan tata kota yang terjadi setiap kali ada pergantian kepala daerah. Proyek Jalur Lingkar Utara (JLU) yang diharapkan dapat mengatasi masalah kemacetan dan kecelakaan di kota ini kini terancam mandek pasca pergantian bupati.

Pada era almarhum Bupati Dadang Wigiarto, proyek pembebasan tanah untuk JLU mulai dilakukan, dan dilanjutkan dengan pembangunan dan pelebaran jalan pada masa Bupati Karna Suswadi. Proyek ini dianggap sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan, terutama bagi kendaraan berat yang menuju pelabuhan dan pabrik, sehingga tidak perlu melewati pusat kota.

Namun, situasi berubah drastis ketika Bupati Rio menjabat. Proyek yang sebelumnya diprioritaskan ini kini terlihat diabaikan dan dianggap sebagai 'warisan' yang tidak penting. Sejumlah alokasi anggaran dan perhatian dari pemerintah daerah kini difokuskan pada program-program baru yang diusung oleh Bupati Rio.

Padahal, proyek JLU sudah mencapai 40% penyelesaian, dan menghentikannya saat ini akan menghambat kemajuan yang telah dicapai. Warga mengeluhkan kondisi lalu lintas yang semakin parah, dengan truk-truk besar berseliweran di jalan utama yang sempit, membuat waktu tempuh semakin lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Warga berharap agar kebutuhan akan infrastruktur yang baik tidak dikorbankan demi gengsi politik dan perubahan kebijakan yang tidak konsisten. Proyek JLU diharapkan dapat menjadi urat nadi ekonomi dan meningkatkan kenyamanan publik di Situbondo.