Presiden Prabowo Minta Polemik Utang Kereta Cepat Diakhiri
Presiden Prabowo Subianto meminta agar polemik terkait utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal dengan nama Whoosh, segera disudahi. Dalam pernyataannya, Prabowo mengaku siap untuk bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Polemik utang yang membesar dalam beberapa pekan terakhir membuat banyak pihak khawatir. Namun, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah siap untuk membayar utang yang dihasilkan dari biaya pembangunan proyek kereta cepat ini.
"Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya," ungkap Prabowo dalam sebuah konferensi pers pada Selasa (4/11/2025).
Dia menambahkan, "Indonesia itu bukan negara sembarangan, kita itung, enggak ada masalah itu. PT KAI enggak usah khawatir. Semua jangan takut. Kita ini bekerja untuk rakyat, melayani rakyat, dan berjuang untuk rakyat."
Prabowo juga menjelaskan bahwa dalam pembangunan transportasi umum, keuntungan finansial bukanlah satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan. Menurutnya, manfaat bagi masyarakat juga menjadi pertimbangan penting.
"Di seluruh dunia, transportasi publik tidak dinilai berdasarkan untung-rugi. Yang dihitung adalah manfaatnya bagi rakyat, bagaimana ia mempermudah mobilitas, menggerakkan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
Saat ini, utang proyek kereta cepat dilaporkan membengkak mencapai sekitar Rp 116 triliun hingga Rp 120 triliun, setara dengan USD 7,2 miliar. Selain itu, biaya operasional dan perawatan harian untuk kereta cepat ini diperkirakan mencapai Rp 2,8 miliar per hari.
Prabowo menekankan bahwa proyek transportasi publik seharusnya tidak dinilai hanya dari sudut pandang neraca keuangan atau rasio keuntungan, melainkan harus melihat dampak positifnya terhadap masyarakat.




