Penemuan Buku Resep Hindia-Belanda 1866: Menghidupkan Kembali Kuliner Klasik
Sumber Foto: detikFood
Lifestyle

Penemuan Buku Resep Hindia-Belanda 1866: Menghidupkan Kembali Kuliner Klasik

Kini News -

Buku Resep Hindia-Belanda Tahun 1866 Ditemukan! Ini Menu Menariknya

Atiqa Rana - detikFood

Minggu, 22 Feb 2026 16:00 WIB

Jakarta -

Seorang konten kreator menemukan buku resep masakan Hindia-Belanda tahun 1866. Di dalamnya ternyata ada banyak resep masakan zaman dulu, seperti rawon hingga ayam asem garem.

Indonesia dikenal kaya akan beragam masakan khas. Masakan-masakan Indonesia ini resepnya banyak didapatkan secara turun temurun lewat buku resep yang dulunya diterbitkan pada masa kolonial Belanda.

Biasanya buku resep Hindia-Belanda ditulis dalam bahasa Belanda dan awalnya ditujukkan untuk keluarga Eropa yang tinggal di Indonesia atau hanya untuk kalangan elite berpendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di rumah tangga kolonial Hindia-Belanda, juru masaknya hampir semua orang pribumi. Jadi ketika Indonesia merdeka dan banyak keluarga Eropa balik ke tempat asalnya, yang tersisa hanyalah orang pribumi asli. Dari situlah akhirnya resep ini diturunkan dan menyebar ke masyarakat luas.

Baca juga: Petugas Medis Ini Selamatkan Diri Sendiri usai Nyaris Tewas Tersedak Sandwich

ADVERTISEMENT

Pencampuran budaya kuliner antara Belanda dan Nusantara juga menciptakan masakan yang kemudian dikenal sebagai Indische keuken (masakan Hindia/Indo). Jadi beberapa makanan memang bukan sepenuhnya tradisional Indonesia, melainkan hasil adaptasi dan pencampuran budaya.

Sebuah buku resep masakan Hindia-Belanda tahun 1866 pun tengah mencuri perhatian banyak orang. Hal tersebut berawal dari unggahan konten kreator @paijokece1910 yang menemukan buku resep zaman dulu tersebut. Ia lalu mencoba memasak ulang resep masakan di dalamnya.

Begini tampilan buku resep Hindia-Belanda tahun 1866. Foto: TikTok @paijokece1910

Dikonfirmasi oleh detikFood (21/2), pria bernama Jonathan Susanto ini mengaku menemukan buku resep tersebut saat sedang melakukan riset untuk rencana pembukaan restorannya di Solo berkonsep Hindia-Belanda. Buku resep ini pun ditemukan dari website resmi Universitas Leiden.

Proses pembukaan usaha kulinernya tampak cukup matang. Jonathan mengungkap ia dan temannya yang seorang chef bahkan sudah mendapat tawaran lokasi bangunan di cagar budaya.

"Hanya saja realisasinya mungkin masih 2 sampai 3 tahun lagi. Saat ini saya sedang mencari konsep menu yang tepat untuk restoran tersebut," ujarnya.

Selain konsep dan tempat, Jonathan juga banyak mencari referensi menu yang tepat untuk restorannya mendatang. Ketika mencari kata kunci "Oost-indisch" (sebutan untuk Hindia Timur atau Indonesia pada masa kolonial Belanda), pria tersebut menemukan buku resep terbitan tahun 1866 ini. Ia lantas tertarik karena usia buku resepnya yang sangat tua dan menjadi semacam arsip dari masa lalu.

Sembari meriset menu, Jonathan saat itu juga ingin bikin konten masak di TikTok. Rencana awalnya ia hanya ingin mendokumentasikan resep sehari-hari yang ia masak untuk istri dan dirinya sendiri. Namun akhirnya ia mencoba menghidupkan kembali resep berusia 160 tahun tersebut sekaligus mengajak audiens yang tertarik untuk mencoba memasaknya bersama,

"Namun setelah menemukan buku itu, arah kontennya bergeser. Saya memutuskan untuk mendokumentasikan dan menghidupkan kembali resep-resep dari buku 1866 tersebut," ujar Jonathan.

Kurang lebih ada 450 an resep di dalam buku masak Hindia-Belanda tersebut. Foto: TikTok @paijokece1910

Menurut Jonathan, kurang lebih ada 456 resep tercantum di dalam buku tersebut. Sebagian resep mungkin terdengar familiar, tetapi Jonathan mengaku banyak juga yang baru ia dengar. Misalnya resep sambal brandal, ayam asem garem, waterkoeskjes, ayam zwartzuur, stroop sorbet, hingga kare portugis.

Jonathan yang memiliki kecintaan terhadap dunia kuliner dan suka mengeksplorasi rasa ini akhirnya mencoba memasak ulang beberapa resep dari buku tersebut. Lewat unggahan video di akun @paijokece1910, beberapa resep masakan yang sudah ia masak ulang termasuk sambal udang, sambal goreng van eleren atau sambal goreng telur, perkedel ikan, rawon, bestik bengali, hingga sate pentul Betawi.

Salah satu masakan dari resep tersebut, berupa ayam asam garem yang ia coba masak ulang. Foto: TikTok @paijokece1910

Namun salah satu yang mencuri perhatiannya adalah ayam asam garem. Dalam unggahan video di akun TikToknya, Jonathan awalnya mengira ini adalah resep yang sama seperti ayam garang asam. Rupanya ini adalah ayam goreng bumbu kuning rumahan yang rasanya jauh lebih kental. Dimakannya bersama dengan sambal brandal yang punya aroma smokey karena cabainya dipanggang terlebih dahulu.

Sebagian dari resep tahun 1866 ini juga agak berbeda dari resep Indonesia yang dikenal oleh masyarakat luas saat ini. Jonathan menjelaskan jika perbedaannya dapat terlihat dari teknik memasak, komposisi bumbu, dan cara penulisan resep yang masih belum menggunakan takaran pasti, seperti gram, mililiter, atau siung.

"Banyak yang masih berbasis sendok/piring. Misalnya satu sendok bawang bombai, kati, pom," jelas Jonathan.

Menariknya di dalam buku resep tahun 1866 tersebut Jonathan menemukan banyak masakan yang konsisten menggunakan bahan terasi. Pasalnya pada zaman tersebut babelum ada bahan penyedap, seperti MSG.

Baca juga: WNI Jajan Jalangkote di Australia, Ternyata Isinya Daging Babi!

Jonathan mengungkap, "Jadi sumber rasa gurih banyak berasal dari bahan alami, seperti terasi, kaldu, atau proses reduksi. Terasi sendiri mengandung glutamat alami, jadi secara fungsi sebenarnya sudah menghadirkan efek umami yang hari ini sering diasosiasikan dengan MSG."

Meskipun teknik dan bahan-bahan yang digunakan cukup berbeda dari resep saat ini, Jonathan mengaku rasanya tidak berbeda drastis. Sebab memang banyak akar masakan Indonesia modern berasal dari periode tersebut. Hanya rempahnya disebut lebih dominan atau lebih banyak porsinya.

Ada juga hidangan kare portugis yang menurutnya unik. Foto: TikTok @paijokece1910

Unggahan konten memasaknya di TikTok ramai mencuri perhatian netizen. Tidak sedikit netizen tertarik mencari tahu resep-resep masakan zaman dulu lainnya.

"Ada resep kopi gak bang di buku itu? lagi nyari referensi aman Belanda dulu orang-orang ngopi gimana?" ujar seorang netizen.

Di sisi lain ada juga netizen yang tertarik ikut memasak ulang beberapa resep untuk buka puasa.

Tidak sedikit juga netizen merasa resep zaman Belanda tersebut sama seperti resep yang diturunkan dari buyut atau nenek mereka.

"Bang jujur ini sama kayak yang emak gua masak persis sama banget dan udah turun temurun dari nenek gua," komentar seorang netizen di dalam unggahan video masak sambal udang.

Baca juga: Datang Bawa Makanan, Murid TK Ini Bikin Kakek Menangis Terharu

Nostalgia Kuliner Jadul di Pasar Kangen Jogja

Nostalgia Kuliner Jadul di Pasar Kangen Jogja

(aqr/adr)

buku resep jadul resep zaman dulu buku resep zaman dulu resep hindia belanda buku resep hindia belanda kuliner jadul

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikNews

Pemprov DKI Cabut Izin Hotel Sarang Narkoba di Jakbar

detikFinance

Kevin Warsh Gantikan Jerome Powell Jadi Gubernur The Fed

detikHot

Ashanty Resmi Raih Gelar Doktor, Predikat Sangat Memuaskan

detikOto

BYD Atto 1 Terbaru Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 199 Juta

detikFood

Karina Ranau Jago Masak, Laris Jualan Jukut Goreng dan Gabin di Warungnya

detikHealth

Masih Muda Bawaannya Mager? Kenalin, Kakek Berusia 100 Tahun Ini Masih Rutin Ngegym

detikTravel

The Trans Luxury Hotel Surabaya Sambut Tamu Pertama

detikInet

Sam Altman: Elon Musk Bikin Karyawan OpenAI Tidak Nyaman

part of

Connect With Us

Copyright @ 2026 detikcom.

All right reserved

Kategori

detikNews

detikEdukasi

detikFinance

detikInet

detikHot

detikSport

Sepakbola

detikOto

detikProperti

detikTravel

detikFood

detikHealth

Wolipop

detikX

20Detik

detikFoto

detikHikmah

detikPop

Layanan

berbuatbaik.id

Pasang Mata

Adsmart

detikEvent

Signature Awards

Trans Snow World

Trans Studio

Bingkai.id

Ziswafctarsa.id

Flying Over Indonesia

For Your Business

rekomendit

Community Connect

Informasi

Redaksi

Pedoman Media Siber

Karir

Kotak Pos

Media Partner

Info Iklan

Privacy Policy

Disclaimer

Jaringan Media

CNN Indonesia

CNBC Indonesia

Haibunda

Insertlive

Beautynesia

Female Daily

CXO Media