Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Reaksi Cepat untuk Penanganan Sampah Rumah Tangga
Sumber Foto: ANTARA News Yogyakarta
Terkini Cepat

Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Reaksi Cepat untuk Penanganan Sampah Rumah Tangga

Pemerintah Kota Yogyakarta telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) untuk mempercepat penanganan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Pembentukan tim ini diharapkan dapat meningkatkan layanan pengelolaan sampah bagi masyarakat, khususnya untuk barang-barang yang sulit dibawa sendiri.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa TRC Mas JOS hadir sebagai bentuk pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat. Layanan ini mencakup penjemputan sampah spesifik dari rumah ke rumah, seperti kasur, tempat tidur, kulkas, serta dahan atau ranting pohon. Selain itu, TRC juga menyediakan layanan untuk penebangan pohon.

“Tujuan dari layanan ini adalah untuk mengurangi volume sampah yang terbuang sembarangan, terutama di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh armada pengangkutan sampah rutin,” kata Hasto saat peluncuran TRC Mas JOS di Balai Kota Yogyakarta, pada Senin.

Hasto mengharapkan kehadiran TRC Mas JOS dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memisahkan sampah sejak dari sumbernya. “Kita harus mulai dari rumah tangga untuk memastikan sampah dapat dipilah dengan benar, sehingga lebih mudah dikelola sesuai dengan jenisnya,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menjelaskan bahwa TRC Mas JOS dilengkapi dengan armada khusus untuk mengangkut sampah besar, termasuk enam unit roda tiga, dua truk crane untuk pemangkasan pohon, serta mobil pikap yang dapat menjangkau berbagai jenis sampah.

Selain menyediakan solusi penanganan sampah rumah tangga, TRC Mas JOS juga berkontribusi dalam upaya mengurangi volume sampah secara keseluruhan. Pemkot Yogyakarta menargetkan pengurangan sampah hingga 100 ton per hari, dengan mengoptimalkan proses pemilahan sampah di tingkat rumah tangga serta pengelolaan sampah organik dan anorganik melalui bank sampah dan insinerator.