Pemkab Bandung Salurkan Bantuan Pangan kepada 28.370 Keluarga Rentan
BANDUNG (BR.NET).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung berkomitmen kuat untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi.
Dengan tegas disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada Agenda Siraman Rohani di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung dilanjutkan dengan Rangkaian Agenda Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling (Tarling) di daerah pemilihan (dapil) 1 di Mesjid Al Fathu, Soreang, Jumat (20/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada masyarakat di desa-desa potensi rentan rawan pangan serta wilayah kantung kemiskinan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi kesejahteraan warga.
"Sebanyak 28.370 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 47 desa pada 13 kecamatan menerima bantuan berupa 5 kilogram beras dan 1 botol minyak goreng," kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.
Bupati Kang DS menjelaskan berdasarkan data penerima bantuan bersumber dari DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) kategori Desil 1 dan diprioritaskan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan sosial lainnya, seperti belum menerima bansos PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), atau Kartu Sembako. Ia berharap bantuan ini benar-benar tepat sasaran bagi warga yang paling membutuhkan.
"Jika diakumulasikan, bantuan yang disalurkan mencapai 141.850 kilogram beras atau sekitar 141,85 ton, serta 28.370 botol minyak goreng. Jumlah ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat sekaligus menjaga daya beli keluarga penerima manfaat," tutur Kang DS.
Ia menyebutkan program ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga, mengendalikan inflasi dan stabilitas harga pangan, mendukung pencegahan stunting dan gizi buruk, serta mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
"Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan dasar, masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Kami berharap bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat stabilitas sosial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya tahan ekonomi lokal, serta berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung," tuturnya.




