Pelatih-Pelatih dengan Masa Kerja Terpendek dalam Sejarah Liga Inggris
Sumber Foto: Disway
Terkini Cepat

Pelatih-Pelatih dengan Masa Kerja Terpendek dalam Sejarah Liga Inggris

Premier League, yang dikenal sebagai kompetisi sepak bola paling kompetitif di dunia, tidak hanya memberikan tekanan besar kepada para pemain, tetapi juga kepada pelatih. Tekanan untuk meraih hasil instan sering kali membuat banyak manajer kehilangan jabatan dalam waktu yang sangat singkat.

Baru-baru ini, Ange Postecoglou menjadi pelatih kedua dengan masa kerja terpendek yang dipecat dalam sejarah Liga Inggris. Setelah gagal mengangkat performa Nottingham Forest, ia harus meninggalkan posisinya setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan, di mana timnya hanya berhasil meraih dua hasil imbang dan enam kekalahan.

Namun, Ange Postecoglou bukanlah satu-satunya pelatih yang mengalami nasib serupa. Berikut adalah tiga pelatih dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah Premier League:

1. Sam Allardyce – Leeds United (30 Hari)

Sam Allardyce memegang rekor sebagai pelatih dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah Premier League. Ia ditunjuk sebagai manajer Leeds United pada 3 Mei 2023, dengan harapan bisa menyelamatkan klub dari ancaman degradasi. Namun, hanya dalam waktu 30 hari, tepatnya pada 2 Juni 2023, kontraknya tidak diperpanjang setelah Leeds gagal bertahan di Liga Inggris. Dalam empat pertandingan yang dipimpinnya, Allardyce hanya mampu meraih satu poin, yang membuat Leeds terpaksa turun kasta ke Championship.

2. Ange Postecoglou – Nottingham Forest (8 Pertandingan)

Setelah diterapkan di kursi pelatih Nottingham Forest, Ange Postecoglou tidak mampu memberikan hasil positif, di mana timnya tidak pernah menang dalam delapan pertandingan. Dua hasil imbang yang diraihnya tidak cukup untuk menyelamatkan posisinya, dan ia akhirnya dipecat.

3. Pelatih Lain yang Pernah Mengalami Pemecatan Cepat

Selain Allardyce dan Postecoglou, ada beberapa pelatih lain yang juga mengalami pemecatan dalam waktu singkat. Meskipun namanya tidak disebutkan dalam berita ini, mereka adalah contoh lain dari tekanan yang dihadapi manajer di Premier League.

Dengan demikian, situasi di liga sepak bola Inggris menunjukkan betapa sulitnya menjadi seorang pelatih, di mana hasil instan menjadi tuntutan utama, dan kegagalan seringkali berujung pada pemecatan.