PBB Mendesak Israel Cabut Pembatasan Bantuan Pangan di Gaza Saat Ramadan
Sumber Foto: Berita Nasional - Media Pencerah Bangsa
Internasional

PBB Mendesak Israel Cabut Pembatasan Bantuan Pangan di Gaza Saat Ramadan

BeritaNasional.com - Di tengah suasana Ramadan yang penuh keprihatinan di Jalur Gaza, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mitra internasional mendesak Israel untuk segera mencabut pembatasan masuknya bantuan.

Hingga Kamis (19/2/2026) waktu setempat, akses bantuan kemanusiaan masih menjadi tantangan besar bagi jutaan warga yang bertahan di tengah konflik.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan aliran pasokan bantuan melalui Mesir masih sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat penolakan terhadap barang bantuan oleh otoritas Israel.

Selain melalui Mesir, para mitra kemanusiaan terus mengadvokasi agar konvoi antarpemerintah dari Yordania bisa segera beroperasi kembali.

Langkah ini dianggap krusial untuk memungkinkan pengiriman bantuan dalam volume yang lebih besar, terutama pasokan bahan makanan pokok.

Meski dalam keterbatasan, OCHA menyatakan tim di lapangan telah menyesuaikan waktu persiapan dan distribusi makanan dengan jam puasa Ramadan.

Selain itu, mereka berupaya menambahkan produk segar serta protein tambahan ke dalam paket makanan yang dikirimkan.

Hingga pertengahan Februari, lebih dari 20 mitra kemanusiaan telah mengoperasikan sekitar 180 dapur umum.

Melalui fasilitas ini, mereka mampu memproduksi dan mendistribusikan lebih dari 1,7 juta paket makanan setiap harinya kepada warga Gaza.

Hingga Senin lalu, sekitar 670 ribu warga telah menerima bantuan pangan bulanan untuk periode Februari.

Namun, OCHA memberikan catatan merah, ukuran ransum terpaksa dipangkas hingga 50 persen.

Keputusan ini diambil karena stok pangan di wilayah tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan standar hingga akhir bulan.

Selain masalah pangan, kondisi tempat penampungan darurat juga sangat mengkhawatirkan.

Sepanjang pekan lalu (11-17 Februari), bantuan berupa tenda, terpal, pakaian, dan perlengkapan dasar telah disalurkan kepada lebih dari 11.500 rumah tangga di wilayah Gaza Utara, Deir al Balah, hingga Khan Younis.