Nona Jambon: Kuliner Tradisional dengan Sentuhan Modern dari Surabaya
UMKM
Surabaya
Oleh - Velda Arum Chandra,
Editor - Abdul Wahab
RRI.CO.ID, Surabaya - Konsistensi dalam menjaga cita rasa tradisional menjadi kunci sukses bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pahlawan. Hal inilah yang ditekankan oleh Ela yang memiliki nama panjang Stevani Elisabeth Limaheluw, owner dari Nona Jambon (Nona Jawa Ambon), saat hadir sebagai narasumber dalam program Obrolan UMKM Pro 4 RRI Surabaya, Sabtu, 7 Februari 2026.
Usaha ini dimulai dari Oktober tahun 2022. Inspirasi Ela adalah ketika saat itu baru saja keluar dari kerjanya. Ela ingin mendapatkan pemasukan dari rumah. Ketika Ela memproduksi Es Pisang Ijo dan Burcang, ternyata banyak tetangga yang meminta Ela untuk menjual produknya. Akhirnya, Ela mulai menerima pesanan, dan berlanjut hingga saat ini.
Ela mengaku, resep produknya Pisang Ijo ini didapat dari mertuanya yang tinggal di Ambon. Ela berkomunikasi melalui telepon dalam mendapatkan resepnya. Selanjutnya Ela mengembangkan resep dari Ibu mertuanya dengan beberapa inovasinya.
Ketika ditahun 2025 Ela mengurus NIB dan Halal dan juga berkesempatan untuk membuka stand di CFD taman Bungkul dibantu oleh suaminya Valen. Dalam balutan diskusi yang interaktif, Ela berbagi kisah di balik layar usahanya yang fokus pada kuliner pencuci mulut khas Nusantara.
Produk unggulan Nona Jambon, yakni Bubur Kacang Ijo (Burcang) Ketan Hitam dan Es Pisang Hijau, kini menjadi primadona bagi pecinta kuliner di Surabaya.
Ela menjelaskan bahwa ide awal Nona Jambon muncul dari keinginan untuk menyajikan menu tradisional dengan kualitas bahan premium dan kemasan yang lebih higienis serta menarik. Terlebih Ela dan Suami suka mengkonsumsin produk ini.
"Selain kami suka mengkonsumsi dua makanan ini, kami juga ingin membuktikan bahwa menu seperti Burcang atau Es Pisang Hijau bukan sekadar jajanan pasar biasa. Dengan pemilihan bahan yang tepat dan presentasi yang cantik, kuliner lokal punya daya saing yang tinggi," ujar Stevani di Studio Pro 4 RRI Surabaya.
Sebagai pelaku UMKM, Ela tak menampik adanya tantangan, terutama dalam hal fluktuasi harga bahan baku. Namun, baginya, kreativitas dalam pemasaran digital menjadi penyelamat. Nona Jambon aktif memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.




