Menteri PANRB Dorong Digitalisasi untuk Birokrasi yang Lincah dan Cepat
Sumber Foto: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Terkini Cepat

Menteri PANRB Dorong Digitalisasi untuk Birokrasi yang Lincah dan Cepat

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menekankan pentingnya penerapan digitalisasi di pemerintah daerah. Digitalisasi dianggap sebagai langkah krusial untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memudahkan birokrasi dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, digitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mempercepat pencapaian tujuan yang lebih besar.

Dalam acara Indonesia Digital Services Living Lab Summit 2022 yang berlangsung secara virtual pada Senin (21/11), Menteri Azwar Anas menyampaikan bahwa ada tiga arahan dari Presiden RI Joko Widodo mengenai reformasi birokrasi, salah satunya adalah menciptakan birokrasi yang lincah dan cepat. Penerapan digitalisasi dianggap sebagai solusi untuk mewujudkan hal tersebut, karena semua kebutuhan dapat terintegrasi dalam satu platform yang mudah diakses.

Azwar Anas menegaskan bahwa akselerasi digitalisasi diharapkan dapat membawa transformasi dalam reformasi birokrasi menuju dynamic governance pada tahun 2025. Birokrasi yang diharapkan adalah yang lebih efektif dan efisien, dengan karakteristik yang agile dan adaptif, sehingga dapat bersaing dengan birokrasi berkelas dunia.

Sebelumnya, reformasi birokrasi telah mengalami beberapa transformasi, dimulai dari rule based bureaucracy pada tahun 2013 yang cenderung kaku, berlanjut ke performance based bureaucracy pada tahun 2018 yang lebih berorientasi pada hasil. Kini, fokus pada digitalisasi administrasi pemerintahan menjadi salah satu dari empat pilar reformasi birokrasi tematik, yang bertujuan untuk menciptakan birokrasi yang tangkas dan pelayanan publik berbasis digital.

Menteri Azwar Anas juga berbagi pengalaman ketika menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, di mana ia telah memulai inisiatif digitalisasi sejak delapan tahun lalu. Program pemasangan 1.800 titik wifi dan pemasangan fiber optic hingga ke desa-desa di Kabupaten Banyuwangi merupakan langkah yang diambil untuk menghubungkan daerah dengan jaringan digital. Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan akses informasi, tetapi juga mempermudah pengumpulan data terkait sektor kemiskinan.

Di akhir pernyataannya, Azwar Anas mengapresiasi pelaksanaan acara yang tidak hanya membahas digitalisasi, tetapi juga mengevaluasi dampaknya. Ia menegaskan pentingnya agar digitalisasi tidak hanya menjadi simbol, melainkan mampu menyelesaikan permasalahan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.