Menlu Indonesia Bahas Perdamaian Palestina dalam Pertemuan dengan Sekjen PBB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Sugiono bertemu dengan beberapa pihak dalam kunjungannya ke New York, Amerika Serikat (AS), awal pekan ini.
Dua pihak di antaranya adalah Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres serta Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Menteri Riyad Mansour.
Pertemuan ini terjadi di New York, AS. Sejumlah hal dibahas oleh Menlu bersama Guterres maupun Riyad Mansour.
Salah satunya mengenai posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace /BoP) yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump.
Indonesia diketahui resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP) melalui penandatanganan piagam Dewan Perdamaian di sela-sela kunjungannya ke Swiss awal Januari 2026 lalu.
Melawat ke AS, Presiden Prabowo Akan Hadiri Sidang DK PBB hingga Pertemuan Dewan Perdamaian Gaza
Artikel Kompas.id
Pembentukan BoP bertujuan untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik.
Pembentukan badan ini merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025).
Resolusi tersebut juga merujuk pembentukan struktur pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan non-politis melalui National Committee for the Administration of Gaza.
Bertemu dengan Sekjen PBB
Pertemuan Sugiono dengan Sekjen PBB António Guterres, di Markas Besar PBB, New York, Senin (16/2/2026), membahas perkembangan situasi Palestina.
Pertemuan ini turut membahas upaya mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Pada momen itu, Sugiono juga menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian sepenuhnya akan dipandu oleh Piagam PBB.
“Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” tegas Sugiono,dalam pertemuan itu, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, Rabu.
Sugiono mengatakan, partisipasi Indonesia merupakan wujud komitmen untuk mendorong perdamaian yang adil dan abadi, serta memastikan bahwa mekanisme pelaksanaan Board of Peace bersinergi dan memperkuat upaya yang tengah dilakukan PBB.
Di sisi lain, Sugiono menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Sekjen PBB di tengah dinamika global yang semakin kompleks, sekaligus menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia terhadap PBB dan multilateralisme.
Ia pun menyampaikan rencana kehadirannya dalam Sidang Dewan Keamanan PBB pada 18 Februari 2026 yang akan membahas upaya perdamaian di Timur Tengah, khususnya tantangan yang terus berkembang di Palestina.
Sugiono menegaskan kembali keyakinan Indonesia terhadap pentingnya sistem multilateral sebagai pilar utama dalam menjaga perdamaian dan menegakkan hukum internasional.
Indonesia berkomitmen menggunakan berbagai platform dan mekanisme multilateral yang ada guna mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan bagi perjuangan rakyat Palestina.




