Laporan IPCC: Pemanasan Global Mempercepat Pelelehan Es dan Dampaknya Terhadap Manusia
Sumber Foto: The Conversation
Terkini Cepat

Laporan IPCC: Pemanasan Global Mempercepat Pelelehan Es dan Dampaknya Terhadap Manusia

Sebuah laporan terbaru dari Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mengungkapkan dampak signifikan dari perubahan iklim terhadap kriosfer dan kelautan. Dengan menggunakan lebih dari 7.000 artikel penelitian yang telah melalui proses tinjauan sejawat, laporan ini menyoroti bagaimana aktivitas manusia berkontribusi terhadap perubahan iklim, yang pada gilirannya berdampak pada es dan lautan di Bumi.

Krisis Kriosfer

Kriosfer, yang mencakup berbagai bentuk air beku di Bumi, seperti lapisan es di Greenland dan Antartika, gletser, serta permafrost, semakin menyusut. Dalam 25 tahun penelitian, para ilmuwan telah mengamati percepatan pelelehan es yang berpotensi membahayakan manusia dan ekosistem. Permafrost, yang menyimpan karbon dalam jumlah besar, berisiko untuk melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer, berkontribusi lebih lanjut pada pemanasan global.

Dampak terhadap Ekosistem Laut

Es laut yang menyusut dengan cepat akan mengubah kondisi hidup bagi berbagai spesies, termasuk anjing laut, walrus, dan burung laut. Dengan hilangnya es, air laut yang lebih jernih akan menyerap lebih banyak panas dari Matahari, memperburuk pemanasan global. Gletser juga mengalami pelelehan, yang dapat mempengaruhi ratusan juta orang yang bergantung pada pasokan air, pertanian, dan energi yang berasal dari gletser.

Kenaikan Muka Air Laut

Kenaikan muka air laut menjadi salah satu isu utama yang dihadapi akibat melelehnya es. Secara global, muka air laut telah meningkat sekitar 15 cm pada abad ke-20 dan kini meningkat dua kali lipat lebih cepat. Laporan tersebut memprediksi bahwa pada tahun 2100, kenaikan ini dapat mencapai antara 60 hingga 110 cm. Hal ini akan berpotensi menyebabkan banjir yang lebih sering dan merusak infrastruktur pesisir.

Ekosistem Laut yang Terancam

Di sisi lain, laut yang menyerap lebih dari 90% kelebihan panas global kini mengalami tekanan yang mengurangi pasokan oksigen dan nutrien. Gelombang panas laut diperkirakan akan menjadi lebih intens, sementara lautan juga akan menjadi lebih asam karena penyerapan karbon dioksida. Semua ini mengancam kehidupan laut dan komunitas yang bergantung pada sumber daya laut.

Kesimpulan dan Tindakan yang Diperlukan

Meskipun laporan IPCC memberikan gambaran yang mengkhawatirkan, kesimpulan tersebut dianggap konservatif. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan dapat terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan. Dengan perbedaan suhu 1,5°C dan 2°C memiliki implikasi yang signifikan terhadap keberadaan es di kutub. Oleh karena itu, tindakan cepat dan efektif diperlukan untuk mengatasi krisis iklim dan kerusakan ekologi yang tengah berlangsung.