KPK Mulai Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada Awal 2025
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan bahwa mereka akan memulai penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal sebagai Whoosh, pada awal tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada hari Senin.
"Penyelidikan ini diawali sejak awal tahun, dan tentunya masih terus berjalan," kata Budi Prasetyo. Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai dugaan korupsi yang mungkin terjadi, khususnya mengenai kerugian negara atau gratifikasi, Budi menyatakan bahwa informasi tersebut termasuk dalam materi penyelidikan yang tidak dapat diumumkan kepada publik saat ini.
Budi menekankan bahwa KPK masih dalam tahap awal penyelidikan untuk mencari dan menemukan unsur-unsur yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. "Kami fokus dulu di situ dalam tahap penyelidikan," ujarnya.
Ketika ditanyakan mengenai siapa saja yang telah dimintai keterangan oleh KPK, Budi mengungkapkan bahwa lembaga antirasuah belum dapat memberikan informasi tersebut. "Kami pastikan KPK terus menelusuri pihak-pihak yang diduga mengetahui dan memiliki informasi serta keterangan yang dibutuhkan untuk mengurai dan memperjelas perkara ini," tambahnya.
Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan dalam sebuah video di saluran YouTube-nya pada 14 Oktober 2025, bahwa terdapat dugaan penggelembungan anggaran atau mark up dalam proyek Whoosh. Ia menyebutkan bahwa biaya per kilometer proyek tersebut mencapai 52 juta dolar AS, sementara di China hanya berkisar antara 17-18 juta dolar AS. "Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?" tanyanya.
Menindaklanjuti pernyataan Mahfud, pada 16 Oktober 2025, KPK mengimbau agar Mahfud membuat laporan resmi terkait dugaan korupsi tersebut. Mahfud kemudian menyatakan siap untuk dipanggil KPK dan memberikan keterangan lebih lanjut. Pada 27 Oktober 2025, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengumumkan bahwa dugaan korupsi terkait proyek Whoosh telah meningkat ke tahap penyelidikan.




