Kericuhan Saat Pembongkaran Pagar Mutiara Regency Sidoarjo
Kini News - Kericuhan terjadi saat pembongkaran pagar pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City pada Kamis (29/1/2026). Penolakan dari warga terhadap pembukaan akses jalan berujung pada insiden kekerasan yang mengakibatkan sejumlah warga, termasuk ibu-ibu, mengalami luka-luka.
Awal Kejadian
Pembongkaran pagar dimulai tanpa adanya dialog terlebih dahulu dengan warga. Salah satu penghuni, Gogon, mengaku menjadi korban kekerasan saat berusaha menghentikan tindakan tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya diperlakukan kasar dan mengalami luka akibat insiden itu.
Perkembangan
Gogon juga mencurigai adanya keterlibatan warga dari kampung belakang dalam aksi pemukulan tersebut dan menyatakan niatnya untuk menempuh jalur hukum. Selain itu, warga lainnya, Catur, menolak pembukaan akses jalan yang dinilai bertentangan dengan konsep keamanan satu pintu (one gate system). Ia mengungkapkan kekhawatirannya terkait jumlah penduduk Mutiara City yang mencapai 1.000 orang dibandingkan dengan 300 warga di Mutiara Regency.
Kondisi Terakhir
Warga menuntut pertanggungjawaban atas biaya pengobatan bagi mereka yang terluka, terutama kepada ibu-ibu yang terjatuh dan terinjak selama aksi dorong-dorongan. Sebagai bentuk protes, warga berencana membangun kembali pagar pembatas dan bahkan mempertimbangkan untuk mendirikan masjid di atas lahan sengketa agar akses tidak bisa dilalui kendaraan. Hingga berita ini diterbitkan, warga masih berjaga di lokasi untuk mempertahankan wilayah perumahan mereka.




