Kenaikan Harga Cabai di Kediri Menjelang Libur Nataru
KEDIRI - Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga cabai di pasar tradisional di Kediri, khususnya di Pasar Pahing, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam sepekan terakhir, harga cabai rawit dan cabai besar mencatat lonjakan yang cukup tajam.
Erna Setiawati, seorang pedagang cabai di Pasar Pahing, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram kini telah naik menjadi Rp95 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai besar juga mengalami kenaikan dari Rp45 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Menurut Erna, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kenaikan harga tersebut. Ia menyebutkan meningkatnya permintaan dari dapur-dapur di sekitar pasar, serta kondisi cuaca yang kurang mendukung akibat bencana alam di berbagai daerah.
“Bencana alam dapat mempengaruhi pengiriman. Barang yang biasanya lancar menjadi terlambat atau berkurang, ditambah lagi hasil panen yang menurun akibat hujan,” jelasnya.
Kenaikan harga cabai ini juga berdampak pada para pembeli. Imam, seorang warga Kediri yang menjalankan usaha nasi goreng, menyatakan bahwa lonjakan harga cabai sangat membebani operasional usahanya. Sementara itu, Bakir, seorang petani cabai, mengungkapkan bahwa hasil panen cabai tahun ini mengalami penurunan yang drastis. Dari biasanya dapat memanen sekitar 75 kilogram, kini ia hanya mendapatkan sekitar 30-35 kilogram per panen.
“Sekarang hasil panen kami menurun menjadi sekitar 30-an kilogram. Jika dalam kondisi normal, bisa sampai 75 kilogram. Jadi, penurunannya sekitar 50 persen,” tuturnya saat ditemui.
Bakir menjelaskan bahwa hujan yang terus-menerus membuat buah cabai cepat membusuk dan meningkatkan risiko serangan penyakit pada tanaman. “Banyak yang busuk karena hujan. Buahnya banyak yang rusak,” tambahnya.
Meskipun harga cabai saat ini berkisar antara Rp68-82 ribu per kilogram, keuntungan yang diperoleh petani tetap tipis karena hasil panen yang rendah. “Kalau harga tinggi, kami beruntung, tetapi tetap tipis. Pendapatan kami sedikit karena banyak tanaman yang sakit,” ujarnya.
Bakir berharap agar kondisi cuaca segera membaik sehingga tanaman cabai dapat kembali produktif, dan petani tidak terus merugi akibat hasil panen yang menurun.




