Kementerian Dorong Inovasi Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Digital
Sumber Foto: ANTARA News
Teknologi

Kementerian Dorong Inovasi Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Digital

waktu baca 2 menit

Malang (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital meminta perguruan-perguruan tinggi memperbanyak inovasi untuk mendukung peningkatan ekonomi digital.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto menyampaikan bahwa perguruan tinggi berperan penting dalam upaya pembangunan dan pengembangan ekonomi digital.

"Sebenarnya ekonomi digital didorong oleh para pengajar, dosen, guru besar. Namun sayang, seringkali kita tidak bisa menghitungnya sebagai kontribusi ekonomi digital," katanya saat berbicara di kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis.

Temuan dan inovasi perguruan tinggi, menurut dia, perlu ditindaklanjuti agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis dan pertumbuhan ekonomi digital.

Baca juga: RI gandeng Australia tingkatkan kontribusi ekonomi digital untuk PDB

Bonifasius mengatakan, kehadiran perusahaan rintisan atau startup penting dalam pemanfaatan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi menjadi produk bernilai ekonomi.

"Oleh karena itu, kami mendorong semoga dari Universitas Brawiijaya semakin banyak, tidak hanya produk, tapi juga startup - startup yang mengembangkan temuan-temuan tersebut, inovasi tersebut, menjadi nilai bisnis," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa ekonomi digital saat ini menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia juga mengemukakan bahwa Indonesia telah berkembang menjadi pasar produk digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: ITB: Perguruan tinggi harus jadi hub riset dan inovasi

Baca juga: BI catat transaksi e-commerce capai Rp44,4 triliun per Juli 2025

Pewarta: Farhan Arda Nugraha

Editor: Maryati

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.