Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Suntikan Modal untuk Garuda Indonesia
Sumber Foto: Tempo.co
Terkini Cepat

Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Suntikan Modal untuk Garuda Indonesia

Jakarta - Berita terkini di sektor ekonomi dan bisnis masih dipenuhi oleh informasi mengenai kecelakaan yang melibatkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Kecelakaan tersebut terjadi pada Ahad sore, 18 Desember 2022, yang mengakibatkan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Cina meninggal dunia.

Kecelakaan Kereta Cepat: Suara Gemuruh dan Kerusakan

Insiden kecelakaan ini terjadi di Kampung Cempaka, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kereta kerja berwarna kuning yang biasa digunakan untuk mengangkut material rel terlihat terguling dan miring. Salah satu ujung kereta menabrak dinding tanah, sementara sisi lainnya terhimpit oleh lokomotif yang kemudian ditutupi terpal berwarna merah, putih, dan biru.

Sehari setelah kecelakaan, petugas mulai melakukan evakuasi menggunakan alat berat. Di lokasi kejadian, terlihat sejumlah pekerja dari PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) beraktivitas, meskipun tidak ada pegawai yang bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Pemerintah Suntik Garuda Indonesia dengan Rp 7,5 Triliun

Sementara itu, PT Garuda Indonesia Tbk. mengumumkan bahwa mereka telah menerima suntikan modal negara (PMN) dari pemerintah sebesar Rp 7,5 triliun. Direktur Utama Garuda, Irfan Setiaputra, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mendukung percepatan pemulihan kinerja perusahaan, termasuk meningkatkan dukungan operasional penerbangan.

PMN ini juga akan digunakan untuk program restorasi armada, pemeliharaan suku cadang pesawat, dan penyehatan arus kas perusahaan. Irfan optimis bahwa suntikan dana ini akan memperkuat komitmen Garuda kepada semua kreditur dan mendukung pertumbuhan kinerja usaha di masa depan.

Respons Gubernur Jawa Barat dan Direksi KCIC

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan tanggapan setelah insiden kecelakaan yang menewaskan dua WNA Cina dan melukai empat pekerja lainnya. Dalam pernyataannya, Ridwan Kamil menyampaikan duka cita yang mendalam dan meminta PT KCIC untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, yaitu Juni 2023. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan proyek ini tanpa penundaan lebih lanjut.

Di sisi lain, Direktur Utama KCIC, Dwiana Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Ia menegaskan bahwa rangkaian kereta kerja yang dioperasikan oleh kontraktor mengalami anjlok, yang menyebabkan insiden tragis tersebut.

Berita mengenai kecelakaan ini dan suntikan modal untuk Garuda Indonesia menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam sektor transportasi dan penerbangan di Indonesia, serta harapan untuk pemulihan dan peningkatan kinerja di masa depan.