Jagoan Hosting Luncurkan Marketplace Produk Digital untuk Dukung Automasi
Sumber Foto: Marketeers
Teknologi

Jagoan Hosting Luncurkan Marketplace Produk Digital untuk Dukung Automasi

Kini News - Jagoan Hosting, penyedia layanan web hosting, cloud service, dan domain menghadirkan Re:Code 2026 sebagai ruang kolaboratif bagi talenta digital untuk belajar teknologi, dan menciptakan produk digital serta solusi automasi yang aplikatif. Langkah ini dilakukan untuk menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-19 serta mendorong automasi perkerjaan yang saat ini semakin krusial seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Melalui automasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja 20-30%. Tidak hanya itu, automasi juga sejalan dengan target pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) yang menargetkan 12 juta talenta digital pada 2030 guna mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Jagoan Hosting bersama Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co) menghadirkan Re:Code merupakan inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk menjadi wadah pembelajaran, evaluasi, dan peningkatan kapasitas talenta digital secara berkelanjutan. Re:Code hadir sebagai ruang temu antara talenta, komunitas, industri, dan pemangku kepentingan, guna mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih sehat dan inklusif.

Kegiatan ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) di Gedung Balai Pemuda, Surabaya. Andy Novianto, General Manager Jagoan Hosting menjelaskan, dengan diikuti lebih dari 700 peserta, Re:Code 2026 menegaskan peran Jagoan Hosting sebagai digital enabler ecosystem, yang mendorong lahirnya produk digital dan automasi buatan talenta lokal demi memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.

“Teknologi akan memberikan dampak nyata jika diwujudkan dalam bentuk produk digital yang bisa digunakan sehari-hari oleh siapapun,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (2/2/2026).

Sebagai bentuk komitmen, Jagoan Hosting juga meluncurkan marketplace khusus produk digital, yang menjadi wadah bagi developer untuk mendistribusikan karya automasi mereka sekaligus menjawab kebutuhan end user.

“ Marketplace ini kami hadirkan agar talenta digital tidak hanya belajar, tetapi juga menghasilkan produk yang diharapkan mempu memberikan dampak positif untuk perekonomian. Automasi adalah masa depan, dan talenta Indonesia harus menjadi bagian dari penciptanya, bukan sekadar pengguna,” kata Andy.

Dalam peluncuran ini, Jagoan Hosting memamerkan beberapa produk digital inovatif berbasis automation hingga aplikasi yang siap mendukung aktivitas administrasi sebuah instansi. Salah satunya, yakni OpenDesa, yang memudahkan aparat desa untung mengelola data terpadu.

Kehadiran produk-produk ini mempertegas bahwa produk digital yang baik adalah yang mampu menyelesaikan masalah spesifik dengan sederhana. Jagoan Hosting tidak bergerak sendiri. Marketplace ini dirancang sebagai wadah kolaborasi bagi para developer lokal untuk memamerkan dan menjual karya automasi mereka.

“Kami memberikan wadah agar developer bisa berkreasi dan hasilnya memberikan manfaat langsung bagi end-user. Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi automasi kini sangat terjangkau dan mudah diakses,” tambah Andy.

Inisiatif ini tumbuh dari semangat komunitas developer dan programmer yang melihat pentingnya ruang eksplorasi dan validasi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Melalui pendekatan kolaboratif, Re:Code diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekosistem digital serta melahirkan solusi-solusi teknologi yang berdampak luas bagi masyarakat.

Danton Prabawanto, Founder Jagoan Hosting & Ngalup.co menambahkan, perkembangan teknologi saat ini menghadirkan peluang yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa dekade lalu, khususnya bagi talenta digital yang ingin membangun produk maupun bisnis berbasis teknologi.

Menurutnya, ketika ia memulai perjalanan di industri digital, akses terhadap informasi, ekosistem pendukung, dan proses validasi ide masih sangat terbatas. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana talenta digital memiliki peluang lebih besar untuk belajar, bereksperimen, dan mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak.

“Perubahan teknologi membuka peluang yang sangat luas. Namun, peluang ini hanya bisa dimanfaatkan jika talenta digital memiliki ruang belajar yang tepat, lingkungan yang suportif, serta akses terhadap ekosistem yang memungkinkan ide berkembang menjadi solusi,” kata Danton.