Jagoan Hosting Luncurkan Marketplace Digital untuk Dukung Automasi dan Talenta Lokal
Sumber Foto: AcehGround
Teknologi

Jagoan Hosting Luncurkan Marketplace Digital untuk Dukung Automasi dan Talenta Lokal

Kini News - ACEHGROUND.COM – Jagoan Hosting secara resmi meluncurkan marketplace produk digital terbarunya serta menggelar inisiatif Re:Code 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem automasi dan mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia, sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai 12 juta talenta digital pada tahun 2030.

Perkembangan teknologi yang pesat telah menempatkan automasi sebagai solusi krusial bagi individu dan bisnis untuk meningkatkan kecepatan, efisiensi, serta adaptabilitas di era digital. Namun, tantangan yang dihadapi talenta digital saat ini bukan hanya pada jumlah, melainkan juga pada kemampuan mereka dalam menciptakan dan memanfaatkan produk digital yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Menjawab kebutuhan tersebut, Jagoan Hosting menghadirkan Re:Code 2026 sebagai platform kolaboratif. Acara yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) serta Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co) ini bertujuan untuk membekali talenta digital tidak hanya dengan pengetahuan teknologi, tetapi juga kemampuan menciptakan solusi automasi yang aplikatif. General Manager Jagoan Hosting, Andy Novianto, menegaskan pentingnya implementasi teknologi. “Teknologi akan memberikan dampak nyata jika diwujudkan dalam bentuk produk digital yang bisa digunakan sehari-hari oleh siapapun,” ujarnya.

Sebagai wujud komitmen, Jagoan Hosting juga meluncurkan marketplace khusus produk digital. Platform ini dirancang sebagai wadah bagi para pengembang untuk mendistribusikan karya automasi mereka, sekaligus memenuhi kebutuhan pengguna akhir. “Marketplace ini kami hadirkan agar talenta digital tidak hanya belajar, tetapi juga menghasilkan produk yang diharapkan mampu memberikan dampak positif untuk perekonomian.. Automasi adalah masa depan, dan talenta Indonesia harus menjadi bagian dari penciptanya, bukan sekadar pengguna,” tambah Andy.

Inisiatif ini, dengan lebih dari 700 peserta Re:Code 2026, menegaskan peran Jagoan Hosting sebagai digital enabler ecosystem. Perusahaan ini berupaya mendorong lahirnya produk digital dan automasi karya talenta lokal guna memperkuat daya saing ekonomi digital nasional. “Teknologi adalah solusi, bukan beban. Melalui marketplace ini, kami menyediakan tools automasi siap pakai agar masyarakat bisa fokus pada hal yang lebih strategis,” jelas Andy.

Dalam peluncuran tersebut, Jagoan Hosting memamerkan sejumlah produk digital inovatif berbasis automasi, termasuk aplikasi yang mendukung aktivitas administrasi instansi. Salah satu contohnya adalah OpenDesa, sebuah solusi yang dirancang untuk memudahkan aparat desa dalam mengelola data terpadu. Kehadiran produk-produk ini menggarisbawahi bahwa produk digital yang efektif adalah yang mampu menyelesaikan masalah spesifik dengan cara yang sederhana.

Marketplace ini juga dirancang sebagai wadah kolaborasi bagi para pengembang lokal untuk memamerkan dan menjual karya automasi mereka. “Kami memberikan wadah agar developer bisa berkreasi dan hasilnya memberikan manfaat langsung bagi end-user. Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi automasi kini sangat terjangkau dan mudah diakses,” tambah Andy, sebagaimana dihimpun AcehGround.

Re:Code, yang merupakan inisiatif kolaboratif antara Jagoan Hosting dan Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co), berfungsi sebagai wadah pembelajaran, evaluasi, dan peningkatan kapasitas talenta digital secara berkelanjutan. Kegiatan ini, yang didukung oleh Kemenkomdigi dan diselenggarakan di Gedung Balai Pemuda, Surabaya, menjadi ruang temu antara talenta, komunitas, industri, dan pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan inklusif.

Founder Jagoan Hosting & Ngalup.co, Danton Prabawanto, menyoroti bahwa perkembangan teknologi saat ini membuka peluang yang jauh lebih besar bagi talenta digital untuk membangun produk dan bisnis berbasis teknologi. Ia membandingkan dengan kondisi saat ia memulai di industri digital, di mana akses informasi dan ekosistem pendukung masih sangat terbatas. “Perubahan teknologi membuka peluang yang sangat luas. Namun, peluang ini hanya bisa dimanfaatkan jika talenta digital memiliki ruang belajar yang tepat, lingkungan yang suportif, serta akses terhadap ekosistem yang memungkinkan ide berkembang menjadi solusi nyata,” ungkap Danton.

Danton menambahkan bahwa kolaborasi antara komunitas, industri, dan pemerintah merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan. Dukungan terhadap program akselerasi, ruang eksplorasi ide, serta pendampingan berkelanjutan akan mempercepat transformasi ide menjadi produk dan layanan yang bernilai guna bagi masyarakat.