Indonesia Penuhi Iuran PBB di Tengah Krisis Keuangan Global
Sumber Foto: RRI.co.id
Internasional

Indonesia Penuhi Iuran PBB di Tengah Krisis Keuangan Global

Editor - Bayu Wardhana

Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Rabu, 28 Januari 2026 Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyurati para anggota PBB, memperingatkan bahwa badan global itu tengah menghadapi krisis keuangan. Guterres juga menyebut PBB menghadapi keruntuhan keuangan yang akan segera terjadi, di tengah tunggakan iuran tahunan dan masalah lainnya.

Indonesia juga turut menerima surat dari Sekjen PBB terkait permasalahan keuangan yang tengah dihadapi. Namun, Indonesia memastikan telah melaksanakan kewajiban untuk membayar iuran kepada PBB bahkan secara penuh.

“Memang pada 28 Januari itu, Sekjen PBB mengirimkan surat ke seluruh negara anggota PBB terkait situasi keuangan yang dialami PBB saat ini. Dari Indonesia yang dapat disampaikan adalah, kita telah melaksanakan kewajiban kita, kontribusi kita terhadap PBB itu telah kita bayarkan secara full (penuh),” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026 di Jakarta.

Menurut Yvonne, atas situasi keuangan yang tengah dihadapi PBB, Indonesia turut mendorong negara-negara anggota utnuk memenuhi kewajibannya. “Kita juga sudah koordinasi tadi dengan Dirjen Kerjasama Multilateral, dan mungkin saat ini posisi Indonesia adalah lebih ke mendorong negara-negara untuk memenuhi kewajiban kontribusi mereka,” ucapnya.

Sementara, Sekjen Guterres memperingatkan PBB menghadapi keruntuhan keuangan yang akan segera terjadi, di tengah tunggakan iuran tahunan dan masalah lainnya. Sekjen menyurati seluruh anggota PBB pada 28 Januari 2026, mendesak untuk menyetujui perombakan aturan keuangan PBB.

Di dalam surat itu Sekjen PBB juga mengatakan atau menerima prospek nyata keruntuhan keuangan PBB. Sekjen Guterres turut menyerukan negara-negara anggota untuk membayar iuran tahunan mereka.

“Jika menyangkut pembayaran, sekarang atau tidak sama sekali, kita tidak memiliki cadangan kas dan likuiditas yang cukup untuk terus berfungsi. Seperti yang telah kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya,” kata Wakil Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq kepada wartawan di Markas PBB, New York, Jumat, 30 Januari 2026 kepada wartawan.