Bukalapak Beralih ke Layanan Digital Pasca Tutup Penjualan Produk Fisik
Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bukalapak Tbk (BUKA) resmi menutup layanan penjualan produk fisik sejak 9 Februari 2025 lalu. Bukalapak kini justru memfokuskan diri pada pengembangan layanan digital seperti top-up, pembayaran tagihan, voucher game, hingga investasi mikro. Langkah ini dinilai sebagai upaya bertahan di tengah ketatnya persaingan dengan raksasa e-commerce lainnya seperti Tokopedia dan Shopee.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute sekaligus pengamat ekonomi digital Heru Sutadi, pergeseran ini bukanlah strategi ekspansi melainkan tanda Bukalapak kesulitan bersaing di pasar e-commerce yang kian didominasi oleh pemain besar.
"Bukalapak, mereka itu sudah kalah dalam kompetisi dibandingkan dengan Tokopedia, Shopee, mereka mengambil jalan lain tetap eksis tapi menggunakan produk-produk non fisik," kata Heru kepada Bloomberg Technoz, dilansir Minggu (11/5/2025).
Produk digital seperti pulsa memang masih memiliki pasar, namun tantangannya tidak kalah berat. Heru mencatat layanan serupa ditawarkan oleh hampir semua pemain besar di ekosistem digital — dari e-commerce lain hingga platform transportasi daring seperti Gojek dan Grab, bahkan juga oleh perbankan.
"Jadi memang apa yang sebenarnya dilakukan oleh Bukalapak sebenarnya bukan pergeseran, tapi memang dia nggak bisa bersaing, agar seolah tetap hidup maka ambil posisi lain yang kalau saya yakini adalah nilainya juga nggak sebesar yang disampaikan," jelas dia.
Baca Juga
Kerugian Bukalapak Bengkak 13% Jadi Rp1,5 T di 2024
Jual Pulsa, Begini Penampakan Bukalapak Usai Tutup Lapak
Bitcoin Kokoh di Harga Rp1,72 Miliar, Ramalan Bakal Naik Terus?
Next article →




