BGN Rancang Mekanisme Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia
BADAN Gizi Nasional akan mengintegrasikan program makan bergizi gratis atau MBG dengan program bantuan sosial Kementerian Sosial untuk kelompok masyarakat lanjut usia (lansia). Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan mereka masih merumuskan mekanisme program MBG untuk orang lansia itu.
"Menteri Sosial Saifullah Yusuf menginginkan ada integrasi. Kami masih memikirkan mekanismenya," katanya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Dadan mengatakan Kementerian Sosial sebelumnya sudah memberikan bantuan sosial berupa makanan untuk warga lansia berumur di atas 75 tahun yang sebatang kara. Makanan itu diberikan dua kali sehari.
BGN saat ini masih memikirkan mekanisme MBG lansia, termasuk sumber anggaran dan mekanisme distribusi makanan. "Apakah sama seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak balita. Ini masih dirumuskan," ujarnya.
Namun, dia mengatakan, dalam program MBG untuk warga lansia ini, akan tetap ada pengasuh dari Kementerian Sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya mengatakan telah mengusulkan wacana program ini kepada Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 4 November 2025.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, menyebutkan makan bergizi gratis untuk warga lansia dan orang dengan disabilitas ini merupakan kelanjutan sekaligus transformasi program yang sudah berjalan di kementeriannya.
Makan bergizi gratis untuk orang lansia rencananya dimulai pada 2026. Dia memperkirakan ada setidaknya 100 ribu orang lansia yang menjadi penerima manfaat program makan bergizi gratis ini.
"Menyasar 100 ribu orang lansia telantar dengan usia di atas 75 tahun," kata Gus Ipul pada Kamis, 13 November 2025.
Selain menyasar ratusan ribu orang lansia, program makan bergizi gratis di Kementerian Sosial akan menargetkan orang dengan disabilitas. Gus Ipul berujar, akan ada 30 ribu orang dengan disabilitas yang menjadi penerima manfaat program makan bergizi gratis ini.
Kementerian Sosial kini sedang memperbaiki data kelompok warga lansia dan orang dengan disabilitas di Indonesia. Tujuannya agar pemberian makan bergizi gratis untuk dua kelompok itu tepat sasaran.




