Bantuan Bencana di Aceh Disalurkan Melalui Udara untuk Mempercepat Penanganan
Sumber Foto: ANTARA News Jogja
Terkini Cepat

Bantuan Bencana di Aceh Disalurkan Melalui Udara untuk Mempercepat Penanganan

Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh akan dilakukan melalui jalur udara. Langkah ini diambil agar bantuan dapat cepat sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Dalam keterangannya di Pidie Jaya, Aceh, pada Sabtu, Sjafrie menyatakan, "Panglima TNI mulai besok akan mengerahkan pesawat helikopter untuk mengangkut" bantuan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan setelah Menhan meninjau langsung lokasi bencana dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat pengungsi. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengirimkan kebutuhan mendasar seperti pakaian, air bersih, makanan, dan obat-obatan kepada masyarakat terdampak bencana.

"Bantuan yang dikirimkan via udara nantinya akan disambut oleh prajurit TNI di bawah. Setelah itu, mereka akan meneruskan atau membagikan langsung kepada pengungsi," tambahnya. Sjafrie juga menyampaikan bahwa pengungsi tidak perlu keluar untuk berebut bantuan, karena petugas akan mengantarkan kebutuhan tersebut langsung ke tempat pengungsi berada. "Ini yang akan kita lakukan secara cepat," ujarnya.

Menhan juga menjelaskan tahapan selanjutnya, di mana pemerintah akan melaksanakan rehabilitasi konstruksi setelah kebutuhan mendasar dan darurat bagi masyarakat terdampak terpenuhi. "Berkaitan dengan rehabilitasi dan konsumsi ini akan dikerjakan setelah kita menyelesaikan persoalan yang paling mendasar, yaitu menyelamatkan jiwa raga pengungsi," tegasnya.

Ia menekankan bahwa mulai hari ini, semua perlengkapan akan segera dibeli dan didrop dari udara. Selain untuk Aceh, bantuan via udara juga akan disalurkan ke provinsi lain yang mengalami bencana hidrometeorologi, termasuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Ini adalah instruksi dari bapak Presiden untuk mengambil tindakan cepat yang harus kita lakukan. Mulai hari ini kita melakukan tindakan cepat, tidak ada lagi alasan kita rapat. Sekarang tidak perlu rapat, sekarang pelaksanaan," pungkas Menhan Sjafrie.