3,9 Juta Keluarga Penerima Bansos Digraduasi ke Program Modal Usaha Rp 5 Juta
“Tahun lalu sekitar 3,9 juta keluarga penerima manfaat keluar dari program bansos. Ini bukan ditinggalkan, tetapi didorong masuk ke program pemberdayaan agar lebih mandiri,” ujar Saifullah Yusuf saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Sebagai pengganti bansos reguler, pemerintah menyiapkan bantuan modal usaha sebesar Rp 5 juta per keluarga. Bantuan tersebut ditujukan bagi KPM yang dinilai siap naik kelas secara ekonomi dan memiliki potensi usaha yang bisa dikembangkan di wilayah masing-masing.
Menurut Saifullah Yusuf, bantuan sosial pada dasarnya bersifat sementara sebagai penyangga ekonomi keluarga rentan. Ketika kondisi ekonomi keluarga membaik dan penghasilan sudah melampaui nilai bantuan yang diterima, negara berkewajiban mendorong mereka menuju kemandirian.
“Bansos bukan tujuan akhir. Kalau penghasilan keluarga sudah lebih besar dari nilai bansos, maka secara keadilan sosial mereka harus naik kelas,” jelasnya.
Bantuan usaha Rp 5 juta dirancang fleksibel dan disesuaikan dengan potensi lokal. Modal tersebut dapat digunakan untuk berbagai usaha produktif, seperti peternakan kecil, perdagangan, atau usaha rumahan, dengan harapan menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Hasil evaluasi awal Kemensos menunjukkan sekitar 300 ribu KPM telah dinyatakan siap menerima bantuan usaha. Angka tersebut diperoleh dari verifikasi lapangan terhadap sekitar 12 juta keluarga dari total 35 juta data penerima bansos yang tercatat secara nasional.
Verifikasi dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah penerima, dialog sosial, serta penilaian ulang kondisi ekonomi dan stabilitas pekerjaan. Proses ini dilakukan bertahap untuk memastikan ketepatan sasaran program.
Selain menerima modal usaha, KPM yang lulus dari bansos juga akan mendapatkan pendampingan. Pendampingan tersebut bertujuan agar bantuan tidak habis untuk konsumsi, melainkan benar-benar digunakan sebagai modal produktif.
Kemensos mencatat, pada Desember 2025, sebanyak 133 dari 332 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) di sejumlah daerah telah berhasil lulus dari bansos dan menerima bantuan usaha. Capaian tersebut menjadi indikator awal keberhasilan skema graduasi.




