Video Aceh Merdeka di PBB Ternyata Hasil Imitasi
Sumber Foto: Tempo.co
Internasional

Video Aceh Merdeka di PBB Ternyata Hasil Imitasi

Kini News - Video tersebut memperlihatkan beberapa pria mengenakan setelan jas hitam sambil membawa Bendera Aceh di sebuah gedung berlatar belakang logo PBB. Akun-akun yang membagikan konten itu menyebutkan bahwa Nasir Usman dan beberapa tokoh Aceh berhasil meyakinkan PBB agar menyidangkan persoalan Aceh di level internasional. Mereka mengklaim para tokoh ini sukses memasukkan agenda solusi untuk Aceh merdeka.

Namun, benarkah video itu memperlihatkan para tokoh Aceh yang memperjuangkan kemerdekaan wilayahnya di forum PBB?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tempo memverifikasi konten tersebut melalui kerja sama dengan Deepfakes Analysis Unit atau DAU dari Trusted Information Alliance India serta membandingkan dengan sumber kredibel. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut dibuat menggunakan akal imitasi meskipun aspirasi Free Aceh pernah disampaikan di forum PBB pada Juni 2025.

Menurut DAU, terdapat kejanggalan di dalam video seperti dagu pria botak yang berdiri memegang bendera tampak kabur atau hilang saat berbicara. Kejanggalan semacam ini sering kali ditemui pada video yang dibuat dengan akal imitasi.

Analisis manual tersebut terkonfirmasi dengan alat deteksi AI. Menurut DAU, hasil analisis menggunakan alat AI or Not menyatakan 86 persen video itu dibuat dengan akal imitasi. Terdapat kemungkinan sebesar 62 persen bahwa video diolah dengan model AI Stable Diffusion.

Alat deteksi berikutnya yaitu Sightengine juga menyatakan video tersebut dibuat melalui akal imitasi dengan kemungkinan 99 persen. Alat ketiga yakni My Detector bahkan mendeteksi penggunaan AI sebesar 99,98 persen.

Aspirasi Free Aceh di Forum PBB

Empat warga Indonesia pernah membentangkan tulisan Free Aceh, Free Maluku, dan Free Papua di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Aksi itu terjadi menjelang sidang pembukaan rangkaian United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues atau UNPFII pada 24 April 2025. UNPFII merupakan forum resmi di bawah naungan PBB yang membahas pemberdayaan masyarakat adat antarnegara anggota.

Dilansir Tempo, tiga dari empat WNI itu berpakaian adat dan batik sedangkan satu orang lagi mengenakan pakaian formal berwarna hitam yang mendapat kesempatan berbicara dalam forum tersebut. Pria itu menyampaikan sejumlah masalah yang terjadi di Papua, Aceh, dan Maluku yang dilakukan oleh pemerintah.

Aksi tersebut kemudian dihentikan setelah mereka dilaporkan oleh Asisten Penasihat Militer atau Aspenmil Perwakilan Tetap Indonesia untuk Amerika Serikat yang saat itu dijabat Paulus Panjaitan. Paulus adalah putra dari Mantan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi yaitu Luhut Binsar Pandjaitan.

Tempo kemudian membandingkan konten yang beredar dengan foto aksi Free Aceh, Free Maluku, dan Free Papua di forum UNPFII tersebut yang dipublikasikan oleh Tribun News [ arsip ]. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri atau Kemlu saat itu yakni Rolliansyah Soemirat mengklaim aksi itu menyalahgunakan forum dan pelakunya telah ditindak oleh PBB.

KESIMPULAN

Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengklaim tokoh-tokoh Aceh di forum PBB untuk membahas kemerdekaan Aceh dari Indonesia adalah keliru.