SPPG Polri Tingkatkan Kemandirian Pangan Melalui Rantai Pasok Terintegrasi
Jakarta: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat dukungannya terhadap program pemenuhan gizi nasional. Salah satunya melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terintegrasi dengan ekosistem rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir.
SPPG Polri diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 13 Februari 2026. Pada kesempatan itu, Prabowo juga meninjau langsung operasional SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat.
SPPG yang dikelola Polda Metro Jaya ini pun mendapat apresiasi. Kehadiran SPPG Polri di Palmerah ini dinilai menjadi salah satu percontohan nasional dalam penyediaan makanan bergizi dengan sistem terintegrasi.
Dalam peninjauan, Presiden melihat langsung proses produksi bahan baku di greenhouse yang terdapat di SPPG Polri di Palmerah. Saat itu, Prabowo mendapat penjelasan dari petugas terkait ketersediaan bahan baku di greenhouse, di mana terdapat area hidroponik ditanami berbagai sayuran, sementara persemaian diberikan nutrisi khusus untuk mendukung kualitas hasil panen.
"Mohon izin Bapak Presiden, untuk sebelah kiri ini merupakan hidroponik. Di sini ada beberapa sayuran. Sebelah kanan ini adalah persemaian yang terbaik. Nantinya diberikan nutrisi khusus," jelas petugas di lokasi dalam tayangan program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, 16 Februari 2026.
Sementara itu, SPPG Polda Metro Jaya memanfaatkan lahan seluas 49 hektare yang dilengkapi tambak berisi 102.000 ekor ikan bandeng, nila, dan mujair serta sekitar 600.000 ekor udang. Fasilitas tersebut terintegrasi dengan kandang ayam berisi 1.000 ekor dan kandang kambing berisi 100 ekor.
Sistem tersebut membentuk siklus rantai pakan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan penguatan rantai pasok menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program.
"Polri juga menempatkan aspek standarisasi mutu, higienitas, dan keamanan pangan sebagai prioritas utama," ujar Kapolri.
Ia menambahkan, ke depan seluruh SPPG Polri akan didukung ekosistem rantai pasok bahan baku seperti yang diterapkan di SPPG Palmerah guna menjamin ketersediaan pasokan berkelanjutan, menjaga stabilitas harga dan kualitas bahan baku, serta mewujudkan kemandirian pangan yang terintegrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi inisiatif Polri yang dinilai responsif terhadap kebutuhan bangsa.
"Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengambil inisiatif, mungkin di suatu bidang yang seolah-olah tidak merupakan tugas pokoknya. Tetapi pimpinan kepolisian negara telah menangkap masalah yang krusial bagi keselamatan suatu bangsa," ujar Presiden.
Penguatan ekosistem ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga diharapkan menciptakan dampak ekonomi bagi petani, peternak, UMKM, hingga pelaku logistik lokal.




